Kebun Inovasi Lapas Cibinong, Wadah Pembinaan Produktif dan Dukungan Program Ketahanan Pangan
Cibinong, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong terus perkuat program pembinaan kemandirian melalui Kebun Inovasi, sebuah area pembinaan produktif yang menjadi wadah bagi Warga Binaan untuk memperoleh keterampilan baru sekaligus berkontribusi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Kebun Inovasi tersebut melibatkan Warga Binaan secara langsung dalam berbagai kegiatan peternakan dan pengelolaan lingkungan yang bernilai produktif. Area ini juga berfungsi sebagai media pembelajaran keterampilan yang diharapkan menjadi bekal bagi Warga Binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Tunggadewi Ratu Wardhani, menjelaskan Kebun Inovasi dibentuk sebagai ruang pembinaan yang mampu mengintegrasikan keterampilan kerja, kepedulian lingkungan, dan produktivitas Warga Binaan dalam satu program berkelanjutan. “Kebun Inovasi ini kami hadirkan sebagai sarana pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga proses pembelajaran Warga Binaan. Melalui kegiatan peternakan, pengolahan lingkungan, hingga budidaya maggot, Warga Binaan diajak untuk memahami pentingnya kerja keras, tanggung jawab, dan kreativitas dalam menciptakan sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomis,” jelasnya, Selasa (19/5).
Selama ini, Lapas Cibinong mengembangkan budidaya ayam pedaging dan peternakan bebek sebagai program pembinaan Warga Binaan. Kegiatan ini menghasilkan produk ternak berkualitas dan menjadi sarana pelatihan keterampilan peternakan bagi Warga Binaan agar memiliki pengalaman kerja yang bermanfaat. Selain itu, tersedia produk bebek peking berbumbu rempah siap olah yang memberi nilai tambah pada hasil pembinaan.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Yoseph Jhon Ferry, menjelaskan pembinaan di Kebun Inovasi dilaksanakan melalui praktik kerja secara langsung agar Warga Binaan memiliki pengalaman dan keterampilan nyata. “Kami ingin Warga Binaan memperoleh keterampilan yang benar-benar bermanfaat dan dapat diterapkan setelah bebas. Melalui program ini, mereka tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang lebih produktif dan mandiri,” jelas Yoseph.
Sementara itu, Kepala Lapas Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menyampaikan Kebun Inovasi merupakan program pembinaan produktif yang dirancang untuk membangun keterampilan, kedisiplinan, dan kemandirian Warga Binaan. “Kebun Inovasi tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga sarana pembinaan keterampilan Warga Binaan. Melalui kegiatan peternakan dan pengelolaan lingkungan, mereka belajar disiplin, tanggung jawab, dan keterampilan produktif yang dapat menjadi bekal saat kembali ke masyarakat,” tuturnya.
Tidak hanya berfokus pada sektor peternakan, Kebun Inovasi juga mengembangkan budidaya maggot sebagai solusi sirkuler dalam pengolahan sampah organik yang ramah lingkungan. Sampah organik dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot yang digunakan sebagai pakan bernutrisi tinggi untuk ternak dan perikanan. Program ini menjadi bukti pengelolaan lingkungan dapat diolah menjadi kegiatan produktif, bernilai ekonomis, dan bermanfaat secara berkelanjutan.
Salah seorang Warga Binaan berinisial NR mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan baru selama mengikuti kegiatan di Kebun Inovasi. “Kegiatan ini sangat bermanfaat. Selain mengisi waktu dengan kegiatan positif, saya juga belajar beternak ayam, merawat bebek, dan budidaya maggot. Ilmu yang saya dapatkan di sini ingin saya manfaatkan nanti setelah bebas untuk membantu keluarga,” ungkapnya.
Melalui Kebun Inovasi, Lapas Cibinong menghadirkan program pembinaan produktif dan kreatif sebagai bentuk pemberdayaan Warga Binaan dalam mendukung ketahanan pangan, sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Program ini membekali Warga Binaan dengan keterampilan dan kemandirian agar kembali berperan positif di tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Cibinong
What's Your Reaction?


