Kebun Produktif Berbuah Hasil, Lapas Batulicin Panen Aneka Sayur

Kebun Produktif Berbuah Hasil, Lapas Batulicin Panen Aneka Sayur

Batulicin, INFO_PAS – Program pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin kembali tunjukkan hasil melalui panen di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Batulicin, Rabu (10/6). Pada panen kali ini, dihasilkan 8 kilogram terung, 68 kilogram timun, dan 2 kilogram cabai.

Seluruh hasil panen didistribusikan ke Dapur Sehat Lapas Batulicin untuk dukung kebutuhan bahan pangan di lingkungan Lapas. Ini menjadi bukti pemanfaatan lahan pembinaan yang dikelola Warga Binaan mampu hasilkan produk pertanian yang bermanfaat.

Komoditas yang dipanen merupakan hasil perawatan rutin yang dilakukan Warga Binaan bersama petugas pembinaan. Prosesnya meliputi pengolahan lahan, penanaman, penyiraman, hingga pemupukan yang dilaksanakan secara terjadwal untuk memastikan tanaman tumbuh optimal.

Selain menghasilkan bahan pangan, kegiatan pertanian di SAE Lapas Batulicin juga menjadi sarana pembelajaran keterampilan bagi Warga Binaan. Melalui program ini, mereka dilatih untuk menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja yang produktif.

Program pertanian menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan untuk bekali Warga Binaan dengan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, mengatakan program pertanian yang dijalankan merupakan bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

"Ketahanan pangan bukan hanya menjadi program pemerintah, tetapi juga bagian dari tanggung jawab kami dalam mengoptimalkan pembinaan Warga Binaan. Melalui pemanfaatan lahan produktif di SAE, Lapas Batulicin mendukung implementasi Asta Cita Presiden serta 15 Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan menghasilkan produk pertanian yang bermanfaat, membangun kemandirian Warga Binaan, dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan," beber Thoha.

Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, menjelaskan bahwa keberhasilan panen merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dan terstruktur.

"Seluruh tahapan kami laksanakan secara konsisten mulai dari pembibitan, pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen," ujar Harry Indrawan.

Salah seorang Warga Binaan, R, mengaku bangga dapat terlibat langsung dalam kegiatan pertanian hingga menghasilkan panen yang bermanfaat.

“Melihat hasil tanaman yang kami rawat dapat dipanen dan dimanfaatkan untuk kebutuhan internal Lapas memberikan kepuasan tersendiri. Kegiatan ini membuat kami lebih semangat menjalani pembinaan karena merasa mampu menghasilkan sesuatu yang berguna,” ujar R.

Kegiatan ini merupakan bentuk pembinaan edukatif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan keterampilan Warga Binaan yang digencarkan Lapas Batulicin untuk memberi manfaat optimal bagi Warga Binaan dan masyarakat. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Batulicin

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0