Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi, 2 Narapidana Terorisme Lapas Batang Ikrar Setia NKRI
Batang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang gelar pengambilan sumpah dan pengucapan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bagi dua Narapidana tindak pidana terorisme (napiter) berinisial N dan S, Kamis (23/7). Kegiatan ini bagian dari pembinaan kepribadian dan penguatan wawasan kebangsaan dalam mendukung proses reintegrasi sosial.
Prosesi di Aula Lapas Batang dihadiri Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Hasan Barsi, yang mewakili Kepala Kantor Wilayah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Batang, kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Eks Karesidenan Pekalongan, perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Densus 88 Antiteror Polri, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Pekalongan, serta rohaniwan dari Kementerian Agama Kabupaten Batang.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, dan laporan Kepala Lapas Batang. Selanjutnya, kedua napiter mengucapkan ikrar setia kepada NKRI, dilanjutkan penghormatan dan penciuman Bendera Merah Putih, penandatanganan dokumen ikrar oleh kedua napiter dan para saksi, pembacaan Pancasila, serta yel-yel "NKRI Harga Mati!".
Kepala Lapas Batang, Nurhamdan, mengatakan pengucapan ikrar merupakan hasil dari pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
"Hari ini menjadi momen penting bagi Lapas Batang. Pembinaan kepribadian dan wawasan kebangsaan yang kami laksanakan telah mengantarkan kedua Warga Binaan pada kesadaran untuk kembali setia kepada NKRI. Kami akan terus mendampingi proses reintegrasi mereka hingga siap kembali ke masyarakat," ujarnya.
Mewakili Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Tengah, Hasan Barsi mengapresiasi keberhasilan pembinaan yang dilaksanakan Lapas Batang.
"Ikrar setia ini merupakan wujud kesadaran untuk kembali menjadi warga negara yang taat kepada NKRI. Kami berharap komitmen tersebut terus dijaga sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik," katanya.
Salah seorang napiter, N, mengaku ikrar tersebut lahir dari kesadaran pribadi setelah mengikuti pembinaan selama menjalani pidana.
"Saya berterima kasih kepada seluruh petugas yang telah membimbing kami. Ikrar ini saya ucapkan dengan kesadaran sendiri dan menjadi tekad untuk hidup sebagai warga negara yang taat hukum serta bermanfaat bagi masyarakat," ungkapnya.
Ikrar setia kepada NKRI menjadi salah satu tahapan pembinaan bagi Narapidana tindak pidana terorisme untuk memperkuat nilai kebangsaan serta mendukung proses reintegrasi sosial. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Batang
What's Your Reaction?


