Kembangkan Kerajinan Batok Kelapa, Lapas Tolitoli Bekali Warga Binaan Keterampilan Bernilai Ekonomi

Kembangkan Kerajinan Batok Kelapa, Lapas Tolitoli Bekali Warga Binaan Keterampilan Bernilai Ekonomi

Tolitoli, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli terus kembangkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui kegiatan di bengkel kerja (bimker). Salah satu kegiatan yang dikembangkan adalah pembuatan kerajinan berbahan dasar batok kelapa yang diolah menjadi berbagai produk kreatif dan memiliki nilai ekonomi.

Warga Binaan diberikan kesempatan untuk mengasah keterampilan dalam mengolah bahan baku menjadi produk kerajinan. Proses pengerjaan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembentukan bahan, penghalusan, pengukiran, hingga tahap penyelesaian produk dengan mengutamakan ketelitian, kreativitas, dan kualitas hasil karya.

Pemanfaatan batok kelapa sebagai bahan kerajinan juga menjadi salah satu bentuk pengolahan limbah menjadi produk yang lebih bermanfaat. Pembinaan di bimker tidak hanya berorientasi pada keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, ketekunan, dan semangat untuk terus berkarya. Pengawasan dan pendampingan petugas turut mendukung proses pembelajaran agar kegiatan berjalan tertib dan memberikan manfaat bagi Warga Binaan.

Kepala Lapas Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, menegaskan pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dari proses Pemasyarakatan. Warga Binaan perlu dibekali kemampuan yang dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana. “Kami ingin memberikan bekal keterampilan nyata kepada Warga Binaan. Kerajinan batok kelapa menjadi salah satu pilihan untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengenalkan potensi usaha yang dapat mereka tekuni setelah kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya, Senin (26/10).

Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Frengki, menambahkan pembinaan kerajinan batok kelapa merupakan salah satu bentuk pembekalan keterampilan produktif bagi Warga Binaan. Warga Binaan didorong untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan ketekunan, dan menghasilkan produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual.

“Kami terus mendorong Warga Binaan agar memanfaatkan kesempatan pembinaan ini untuk belajar dan mengembangkan keterampilan. Kerajinan batok kelapa memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk yang menarik dan bernilai ekonomi. Harapannya, keterampilan ini menjadi bekal bagi mereka untuk membuka peluang usaha secara mandiri setelah kembali ke masyarakat,” harap Frengki.

Sementara itu, Daniel, salah seorang Warga Binaan yang mengikuti kegiatan pembinaan di bimker, mengungkapkan kegiatan tersebut memberinya kesempatan untuk mempelajari keterampilan baru sekaligus mengisi waktu dengan aktivitas yang positif dan produktif. “Saya belajar bagaimana mengolah batok kelapa menjadi kerajinan bermanfaat. Saya berharap keterampilan yang saya dapatkan terus dikembangkan dan nantinya menjadi bekal untuk mencari penghasilan secara mandiri setelah kembali ke masyarakat,” ungkapnya.

Pembinaan kemandirian di Lapas Tolitoli tidak hanya menjadi sarana pengembangan keterampilan, tetapi juga langkah untuk menumbuhkan kepercayaan diri, kemandirian, dan kesiapan Warga Binaan dalam membangun masa depan yang lebih baik. Melalui pembinaan berkelanjutan, Lapas Tolitoli berkomitmen mendukung proses reintegrasi sosial dengan membekali Warga Binaan keterampilan produktif sebagai bekal untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Tolitoli

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0