Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat, Warga Binaan Rutan Perempuan Surabaya Ikuti Sosialisasi Hantavirus
Sidoarjo, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Perempuan Kelas IIA Surabaya tingkatkan kesadaran kesehatan Warga Binaan melalui sosialisasi Hantavirus yang digelar di selasar blok hunian, Rabu (10/6). Kegiatan ini bertujuan berikan pemahaman tentang penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat sekaligus langkah-langkah pencegahannya.
Sosialisasi disampaikan langsung oleh tenaga kesehatan Rutan Perempuan Surabaya. Materi yang diberikan meliputi penyebab, cara penularan, gejala yang perlu diwaspadai, hingga upaya pencegahan Hantavirus. Warga Binaan juga diajak untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan diri dan lingkungan sebagai langkah awal mencegah penyebaran penyakit.
Dokter Pertama Rutan Perempuan Surabaya, Yenny Sulistyowati, menjelaskan bahwa Hantavirus perlu diwaspadai karena gejala awalnya sering kali menyerupai penyakit umum sehingga kerap tidak disadari.
"Gejala awal Hantavirus dapat berupa demam, nyeri otot, sakit kepala, hingga rasa lelah yang sering dianggap sebagai keluhan biasa. Karena itu, penting bagi kita untuk mengenali gejalanya sejak dini dan memahami faktor risiko yang dapat menyebabkan penularan," jelas dr. Yenny.
Ia menambahkan, menjaga kebersihan lingkungan serta menghindari kontak langsung dengan kotoran, urine, atau air liur tikus merupakan langkah sederhana namun efektif untuk mengurangi risiko penularan.
Selain memberikan edukasi mengenai penyakit, petugas kesehatan juga ingatkan pentingnya menjaga kebersihan area hunian. Lingkungan yang bersih dan tertata dinilai menjadi faktor penting dalam menekan keberadaan tikus yang berpotensi menjadi media penyebaran penyakit.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari Warga Binaan. Salah seorang Warga Binaan, A, mengaku memperoleh wawasan baru melalui kegiatan tersebut.
"Selama ini saya hanya tahu bahwa tikus bisa membawa penyakit, tetapi tidak mengetahui secara detail tentang Hantavirus. Setelah mengikuti sosialisasi ini, saya jadi lebih paham gejalanya dan lebih sadar untuk menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari penyakit," ungkapnya.
Kepala Rutan Perempuan Surabaya, Yuyun Nurliana, menyebut edukasi kesehatan merupakan upaya menciptakan lingkungan hunian yang sehat dan aman bagi seluruh Warga Binaan.
"Pengetahuan yang baik mengenai penyakit menular menjadi bekal penting untuk mencegah risiko penularan dan mendukung terciptanya lingkungan hunian yang sehat sekaligus meningkatkan kualitas hidup Warga Binaan," ujarnya. (afn)
Kontributor: Humas Rutan Perempuan Surabaya
What's Your Reaction?


