Kenali Kondisi Lahan, Peserta MagangHub Kemnaker Ukur pH Tanah di SAE Kebun Lapas Batulicin
Batulicin, INFO PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin bersama Peserta MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) lakukan pengukuran pH tanah untuk mengetahui kondisi lahan pertanian, Rabu (7/10). Pengukuran tersebut dilakukan sebagai dasar menentukan perlakuan tanah yang sesuai kebutuhan tanaman.
Kegiatan berlangsung di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Kebun Lapas Batulicin dengan menggunakan alat ukur pH tanah. Hasil pengukuran pada lahan budidaya cabai menunjukkan pH 5 yang tergolong masam dan belum memenuhi kondisi optimal bagi pertumbuhan tanaman cabai.
Tanaman cabai umumnya membutuhkan pH tanah berkisar 6 hingga mendekati netral agar dapat tumbuh secara optimal. Kondisi pH 5 menunjukkan tingkat kemasaman tanah perlu diperbaiki sebelum pemanfaatan lahan dilanjutkan secara lebih intensif.
Perbaikan kondisi tanah dapat dilakukan melalui pengapuran menggunakan kapur pertanian seperti dolomit. Pemupukan juga perlu diberikan secara tepat sesuai dosis yang dibutuhkan tanah dan tanaman untuk mendukung ketersediaan unsur hara dan produktivitas cabai.
Peserta MagangHub Kemnaker, Nur Aisyah, menjelaskan kondisi tanah masam dapat memengaruhi ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Tingkat kemasaman yang tinggi juga dapat meningkatkan risiko toksisitas logam seperti aluminium (Al) dan mangan (Mn). “Pada kondisi tanah yang masam, beberapa unsur hara seperti fosfor, kalsium, dan magnesium dapat menjadi kurang tersedia bagi tanaman. Karena itu, tingkat keasaman perlu diperbaiki secara bertahap agar kondisi tanah lebih mendukung pertumbuhan dan penyerapan unsur hara oleh tanaman,” jelasnya.
Aisyah juga menekankan pentingnya memperhatikan kondisi pupuk sebelum diaplikasikan ke lahan. Pengolahan pupuk yang tepat diperlukan agar pemberian unsur hara tidak menimbulkan gangguan terhadap tanah maupun tanaman.
“Pupuk sebaiknya difermentasi terlebih dahulu atau disimpan sampai panasnya turun sebelum digunakan. Pemberiannya juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan tanah dan tanaman agar unsur hara dimanfaatkan lebih efektif,” ungkap Aisyah.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, menilai hasil pengukuran tersebut memberikan gambaran konkret mengenai kondisi lahan yang digunakan untuk budidaya cabai. Informasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan pengelolaan tanah dan pemupukan secara lebih tepat.
“Pengukuran ini memberikan gambaran nyata tentang kondisi lahan yang kami kelola. Dengan mengetahui karakter tanah, perlakuan dan pemupukan dapat disesuaikan sehingga kegiatan pertanian di SAE dapat dikembangkan secara lebih terarah,” ujar Harry.
Hasil pengukuran pH 5 pada lahan budidaya cabai menjadi dasar untuk melakukan perbaikan kondisi tanah melalui pengapuran dan pemupukan yang sesuai. Langkah tersebut diharapkan mendukung pertumbuhan tanaman sekaligus meningkatkan produktivitas SAE Kebun sebagai pembinaan kemandirian Warga Binaan.
Kontributor: Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


