Keterbatasan Ruang Bukan Halangan, Warga Binaan Lapas Ambon Sukses Raih Gelar Sarjana

Keterbatasan Ruang Bukan Halangan, Warga Binaan Lapas Ambon Sukses Raih Gelar Sarjana

Ambon, INFO_PAS - Di balik jeruji besi, keterbatasan ruang tidak menyurutkan semangat seorang Warga Binaan berinisial JML untuk meraih gelar sarjana dari Fakultas Hukum (FH) Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon. Bertempat Ruang Sekretariat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Ambon, JML sukses mengikuti ujian skripsi secara virtual dengan didampingi langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Ambon, S. Hendra Budiman, Kamis (30/7).

Dalam ujian tersebut, JML dengan penuh percaya diri memaparkan skripsi di hadapan dewan penguji dengan mengangkat judul "Penghentian Penyidikan Kasus Anak". Suasana sidang berlangsung khidmat, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab mendalam. Selain menguji penguasaan materi, dewan penguji yang terdiri dari Dr. Reimon Supusepa, dan Denny Latumaerissa selaku pembimbing juga memberikan banyak nasihat, masukan konstruktif, dan motivasi akademik kepada JML demi penyempurnaan ilmu dan skripsinya. Berkat kerja keras dan ketekunannya, JML akhirnya dinyatakan lulus oleh tim penguji.

Hendra menegaskan pelaksanaan ujian skripsi ini merupakan momentum besar sekaligus keberhasilan pembinaan kepribadian dan intelektual di Lapas. Ia menegaskan pembatasan fisik tidak boleh merenggut hak dasar seseorang untuk mendapatkan pendidikan.

"Ini jadi momentum besar bagi Lapas Ambon dan juga merupakan tugas pembinaan kami. Badan memang boleh di balik jeruji, namun hak untuk mendapatkan pendidikan tetap harus diperoleh dan diberikan ruang yang seluas-luasnya," tutur Hendra.

Rasa haru dan syukur yang mendalam turut dirasakan JML. Setelah melalui penantian yang panjang, ia tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya karena berhasil menyelesaikan salah satu impian terbesarnya. JML menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada Lapas Ambon dan universitas, sekaligus menitipkan pesan motivasi bagi rekan-rekan sesama Warga Binaan.

"Perasaan saya tentu sangat bahagia dan senang sekali setelah melalui penantian yang panjang ini. Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Kalapas dan semua pihak yang membantu. Pesan saya untuk teman-teman senasib, jangan pernah lelah dan jangan pernah menyerah dengan keadaan," ujar JML.

Sebelumnya, Dr. J.E. Latupeirissa selaku Ketua Pelaksanaan Sidang Skripsi dari FH Unipatti Ambon mengapresiasi pencapaian ini. Ia menyatakan keberhasilan JML merupakan bukti nyata penyelesaian tugas dan tanggung jawab akademis sebagai seorang mahasiswa, meski berada dalam situasi yang tidak biasa.

"Ini adalah wujud nyata penyelesaian tugas dan tanggung jawab sebagai seorang mahasiswa. Atas nama pimpinan, FH, serta tim pembimbing dan penguji, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kalapas Ambon beserta jajaran yang telah memfasilitasi ujian skripsi bagi Warga Binaan," ungkap Latupeirissa.

Setelah ujian selesai, JML langsung dipertemukan dengan pihak keluarga yang hadir secara khusus di Lapas untuk memberikan dukungan langsung, berbagi kebahagiaan, dan merayakan momen bersejarah kelulusannya bersama orang-orang tercinta. Keberhasilan ini diharapkan menjadi tonggak awal bagi peningkatan kualitas pendidikan di Lapas.

Ke depan, Lapas Ambon berencana memperluas jangkauan melalui rencana kerja sama dengan perguruan tinggi lainnya. Sinergi ini akan terus dioptimalkan guna memajukan kualitas sumber daya manusia di Ambon dan Maluku secara menyeluruh. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Ambon

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0