Klien Bapas Ciangir Dibekali Praktik Pembuatan Sofa Berbahan Dasar Drum Besi
Tigaraksa, INFO_PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Ciangir terus tingkatkan keterampilan dan kemandirian Klien Pemasyarakatan melalui bimbingan keterampilan pengelasan. Memasuki hari kedua pelatihan pada Selasa (3/11), para peserta mendapatkan materi sekaligus praktik pembuatan sofa berbahan dasar drum besi.
Kegiatan diawali dengan penjelasan instruktur mengenai konsep, desain, dan tahapan pembuatan sofa, mulai dari persiapan bahan baku, pengukuran, pemotongan, hingga pembentukan kerangka sofa. Selanjutnya, peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan teknik pengelasan dalam menyambungkan bagian-bagian besi agar menghasilkan kerangka sofa yang kuat dan sesuai dengan desain. Dalam prosesnya, instruktur memberikan pendampingan secara langsung, termasuk pengenalan penggunaan peralatan kerja serta penerapan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Kepala Bapas Ciangir, Nasirudin, menyampaikan pelatihan keterampilan ini merupakan komitmen dalam memberikan pembimbingan yang produktif dan bermanfaat bagi Klien Pemasyarakatan. "Kami berharap Klien Pemasyarakatan tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga memiliki bekal untuk menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan memanfaatkan peluang usaha. Kami ingin keterampilan yang diperoleh selama pembimbingan ini menjadi modal positif bagi mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan kembali berkontribusi di tengah masyarakat," harapnya.
Sementara itu, Owner Honda Ganda Putra Tigaraksa, Iptu Ganda Putra Wijaya, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, keterampilan praktis seperti pengelasan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang menghasilkan nilai ekonomi.
"Kami menyambut baik kegiatan pelatihan ini karena memberikan kesempatan kepada para peserta untuk belajar langsung dan mengembangkan keterampilan yang dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, ilmu yang didapat tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi dikembangkan menjadi peluang usaha mandiri sehingga mereka memiliki kepercayaan diri dan kesempatan untuk berkarya," harap Ganda.
Melalui praktik pembuatan sofa dari drum besi, peserta juga diperkenalkan pada konsep pemanfaatan bahan bekas menjadi produk kreatif yang memiliki nilai guna dan nilai jual. Hal ini diharapkan menumbuhkan jiwa kreativitas, inovasi, dan kewirausahaan di kalangan Klien Pemasyarakatan.
Bapas Ciangir selanjutnya akan melaksanakan pendampingan dan pemantauan terhadap peserta sesuai tahapan pelatihan yang telah ditentukan. Monitoring juga dilakukan terhadap kehadiran, kedisiplinan, keaktifan peserta, serta penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja selama kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan ini, Bapas Ciangir berharap pembimbingan keterampilan tidak sekadar pelatihan, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan yang membuka kesempatan bagi Klien Pemasyarakatan untuk meningkatkan kualitas hidup, memperoleh penghasilan secara mandiri, dan kembali berperan positif di tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: Bapas Ciangir
What's Your Reaction?


