Kolaborasi dengan Kementan, Ditjenpas Tegaskan Program Ketahanan Pangan Pemasyarakatan Berdampak Luas

Kolaborasi dengan Kementan, Ditjenpas Tegaskan Program Ketahanan Pangan Pemasyarakatan Berdampak Luas

Jakarta, INFO_PAS – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) terus tunjukkan komitmen Pemasyarakatan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Hal ini diperkuat melalui audiensi antara Ditjenpas dengan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan), Kamis (28/8).

Pada kesempatan ini, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menjelaskan program ketahanan  pangan yang dilakukan jajaran Pemasyarakatan sejalan dengan Astacita Ke-2, yakni mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan. Hal ini juga implementasi 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), yakni memberdayakan Warga Binaan untuk mendukung ketahanan pangan.

“Diperlukan kolaborasi dengan kementerian/lembaga terkait agar program ketahanan pangan Pemasyarakatan lebih terintegrasi dan berdampak luas,” terang Mashudi.

Ia menambahkan saat ini total aset lahan Pemasyarakatan yang sudah dimanfaatkan untuk ketahanan pangan seluas 209 hektare, sedangkan 178 hektare belum tergarap. Komoditas pertanian terbanyak, yakni padi, jagung, dan kangkung. Sementara untuk bidang peternakan, komoditas terbanyaknya adalah ayam pedaging, ayam petelur, serta ikan lele dan ikan nila.

“Dalam waktu dekat, kami juga akan melakukan penanaman 360 ribu kelapa secara serentak yang dipimpin oleh Menimipas dipusatkan dari Nusakambangan,” terang Mashudi.

Sejalan dengan semangat kolaborasi, Ditjenpas dan Kementan berkomitmen untuk bekerja sama dengan melibatkan Warga Binaan dalam mewujudkan ketahanan pangan. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Warga Binaan di bidang pertanian, baik pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja; meningkatkan produktivitas dan nilai tambah hasil pertanian; serta mendorong keberlanjutan sektor pertanian di lingkungan Pemasyarakatan.

“Kerja sama yang akan terjalin mendukung ketahanan pangan nasional, optimalisasi lahan Unit Pelaksana Teknis agar lebih produktif, serta agar SDM Warga Binaan lebih berkualitas dan siap kembali ke masyarakat. Selain itu, kerja sama ini juga dimaksudkan agar hasil produksi Warga masuk rantai pasok pangan nasional, kontribusi pada pembangunan inklusif,” tutur Mashudi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementan, Dr. Ir. Ali Jamil, menyambut baik audiensi Ditjenpas dan menyatakan kesiapan mendukung program ketahanan pangan di lingkungan Pemasyarakatan. Kedua pihak juga merencanakan kerja sama di level direktorat agar implementasinya lebih cepat dan tepat.

“Program penanaman 360 ribu kelapa sejalan dengan arahan Presiden RI untuk penanaman 500 ribu hektare secara nasional,” terang Ali.

Terkait, bantuan benih atau bibit, pihaknya meminta agar diajukan melalui surat resmi dengan menyesuaikan jenis komoditas yang diprioritaskan, seperti padi, jagung, kedelai, dll. “Kami siap membantu. Dukungan pupuk juga tersedia melalui skema subsidi pemerintah, termasuk alat dan mesin pertanian seperti traktor yang memungkinkan diarahkan ke Nusakambangan dengan prosedur administrasi pengajuan sesuai ketentuan,” tambah Ali.

Dalam audiensi tersebut, turut hadiri Gun Gun Gunawan selaku Sekretaris Ditjenpas, Yulius Sahruzah selaku Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan, Tatan Dirsan Atmaja selaku Direktur Pengamanan dan Intelijen, serta Sigit Setyawan yang menjabat Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama. Melalui audiensi ini, diharapkan nantinya program ketahanan pangan di lingkungan Pemasyarakatan makin berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas SDM, pengembangan kurikulum terintegrasi, mendukung peningkatan sarana dan prasarana, terbangunnya sistem pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, serta menjadi program percontohan. 

Ditjenpas serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan juga terus mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo. PHTC dirancang sebagai satu kesatuan kebijakan terpadu guna mendorong kemandirian ekonomi rakyat, meliputi Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan Pembangunan Tiga Juta Rumah. (yp)

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1