Kreativitas Warga Binaan Rutan Ambon Hasilkan Tempat Sampah Organik dan Nonorganik, serta Akuarium

Kreativitas Warga Binaan Rutan Ambon Hasilkan Tempat Sampah Organik dan Nonorganik, serta Akuarium

Ambon, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon terus tunjukkan komitmennya dalam program pembinaan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan kepribadian, tetapi juga pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Salah satu bentuk nyata dari program tersebut diwujudkan melalui pembuatan tempat sampah organik dan noorganik, serta akuarium yang dikerjakan langsung oleh Warga Binaan sebagai pengembangan keterampilan, kreativitas, dan produktivitas.

Kegiatan ini merupakan program pembinaan kemandirian untuk memberikan bekal keterampilan kepada Warga Binaan selama menjalani masa pidana. Melalui aktivitas yang produktif dan bernilai edukatif ini, Warga Binaan diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, menyalurkan kreativitas, dan meningkatkan keterampilan kerja yang menjadi modal berharga ketika kembali ke tengah masyarakat.

Pembuatan tempat sampah organik dan nonorganik dilakukan sebagai dukungan terhadap upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Dengan adanya pemisahan jenis sampah, diharapkan lingkungan Rutan Ambon menjadi lebih bersih, tertata, dan mendukung budaya hidup sehat. Sementara itu, pembuatan akuarium menjadi salah satu kegiatan untuk memperindah lingkungan dan memberikan nilai estetika melalui hasil karya Warga Binaan.

Pelaksana Tugas Kepala Rutan Ambon, Jefry Persulessy, mengatakan program pembinaan kemandirian menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan tugas Pemasyarakatan. Berbagai kegiatan keterampilan yang diberikan kepada Warga Binaan merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempersiapkan mereka agar lebih siap menghadapi kehidupan setelah bebas nanti.

"Selain menghasilkan karya bermanfaat bagi lingkungan Rutan, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang dapat menumbuhkan sikap disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab," ujar Jefry.

Ia menambahkan pembinaan yang dilakukan di Rutan Ambon tidak hanya berorientasi pada hasil produk yang dihasilkan, tetapi juga pada proses pembentukan karakter dan peningkatan kemampuan Warga Binaan. “Setiap kegiatan pembinaan dirancang untuk memberikan manfaat nyata yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Jefry.

Dalam proses pembuatannya, Warga Binaan dilibatkan secara langsung mulai dari tahap perencanaan desain, pengukuran bahan, pemotongan, perakitan, hingga tahap penyelesaian akhir. Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan pengawasan dan pendampingan petugas guna memastikan proses berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai tujuan pembinaan. Melalui proses tersebut, Warga Binaan tidak hanya belajar keterampilan teknis, tetapi juga dilatih untuk bekerja secara disiplin, teliti, dan bertanggung jawab.

Salah satu Warga Binaan, M.S, senang dapat terlibat dalam pembuatan tempat sampah organik dan nonorganik, serta akuarium sebagai program pembinaan kemandirian di Rutan Ambon. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus menambah keterampilan bermanfaat untuk masa depan.

"Saya belajar banyak hal, mulai dari cara membuat tempat sampah dan akuarium hingga pentingnya bekerja sama dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Kegiatan ini membuat saya lebih produktif dan memberikan motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan yang saya miliki," ungkap M.S.

Melalui kegiatan ini, Warga Binaan juga diajarkan pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan waktu secara produktif. Nilai-nilai tersebut menjadi dari proses pembinaan yang bertujuan membentuk pribadi yang lebih baik, mandiri, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi bukti proses pembinaan menghasilkan karya bernilai guna sekaligus mendukung terwujudnya Pemasyarakatan yang pasti bermanfaat untuk masyarakat. (IR)

 

Kontributor: Rutan Ambon

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0