Lahan Marginal Jadi Produktif, Lapas Pangkalpinang Tanam 340 Cabai
Pangkalpinang, INFO_PAS – Ruang sempit di antara blok hunian tak lagi dibiarkan kosong. Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang manfaatkan lahan marginal seluas 25x17 meter menjadi area produktif yang ditanami 340 tanaman cabai, Senin (7/9).
Pemanfaatan lahan tersebut merupakan pembinaan kemandirian bidang pertanian. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk belajar disiplin, bekerja sama dan bertanggung jawab dalam mengelola lahan yang tersedia.
Petugas pengawas kegiatan, Budi Agung, menjelaskan pembinaan pertanian tidak semata-mata mengejar hasil panen. Proses selama merawat tanaman menjadi bagian penting dalam membentuk kebiasaan positif Warga Binaan.
“Warga Binaan dilatih disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab. Mereka juga belajar bahwa keterbatasan lahan bukan alasan untuk berhenti berkarya,” ujar Budi.
Kehadiran tanaman cabai juga membuat lingkungan di sekitar blok hunian terlihat lebih hijau dan asri. Perubahan suasana tersebut diharapkan memberikan kenyamanan bagi Warga Binaan sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pangan di lingkungan Lapas.
Salah satu Warga Binaan, AF, mendapat pengalaman baru dari kegiatan tersebut. Tanaman cabai yang dirawatnya kini berusia sekitar 60 hari dan diperkirakan mulai panen dalam 30 hari ke depan. Dengan perawatan rutin, tanaman cabai dapat dipanen setiap 15 hari sekali hingga sekitar satu tahun ke depan.
“Awalnya lahan ini kurang produktif, tetapi kami mencoba mengolahnya dengan tekun. Sekarang cabai sudah mulai tumbuh dan kami berharap hasil panennya memberikan manfaat,” ungkap AF.
Di tempat terpisah, Kepala Lapas Pangkalpinang, Febie Dwi Hartanto, mengatakan pihaknya terus mendorong pemanfaatan lahan yang tersedia untuk mendukung kegiatan pembinaan. Menurutnya, yang terpenting bukan hanya hasil panen, tetapi keterampilan yang diperoleh Warga Binaan selama prosesnya.
“Lahan yang terbatas tetap bisa dimanfaatkan. Kami ingin Warga Binaan tidak hanya mengisi waktu, tetapi belajar keterampilan yang nantinya bisa mereka kembangkan dan menjadi bekal saat kembali ke masyarakat,” ujar Febie.
Pemanfaatan lahan marginal ini menjadi upaya Lapas Pangkalpinang mengoptimalkan ruang yang kurang produktif sekaligus mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya kemandirian pangan. Melalui kegiatan ini, Warga Binaan tidak hanya mendapatkan aktivitas pembinaan, tetapi juga keterampilan yang diharapkan menjadi bekal saat kembali ke masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Pangkalpinang
What's Your Reaction?


