Lapas Atambua Gandeng BNNK Belu Pertegas Komitmen Antinarkoba di Momen HBP Ke-62
Atambua, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua laksanakan tes urine bagi jajaran pegawai dan Warga Binaan dalam rangka peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 tahun 2026, Selasa (7/4). Kegiatan ini terlaksana melalui kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Belu sebagai bentuk komitmen bersama dalam memerangi narkoba, khususnya di lingkungan Pemasyarakatan.
Bertempat di aula Lapas Atambua, kegiatan dimulai pukul 10.00 WITA. Acara diawali dengan penyerahan simbolis alat tes urine oleh Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Lapas Atambua, Jeremias Gusmao, kepada Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BNNK Belu, Viktor Fahik. Alat yang digunakan berupa cup 10 parameter, yakni perangkat medis yang mampu mendeteksi berbagai jenis kandungan narkotika dalam satu kali pengujian.
Dalam arahannya, Jeremias Gusmao menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk refleksi dan penguatan komitmen bagi seluruh jajaran. Ia menilai momentum HBP ke-62 harus menjadi pijakan untuk memastikan Lapas Atambua benar-benar bersih dari peredaran gelap narkoba.
“Pelaksanaan tes urine ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam memerangi narkoba. Petugas maupun Warga Binaan secara bergantian mengikuti pemeriksaan ini sebagai pembuktian bahwa lingkungan kami tetap kondusif dan bebas dari penyalahgunaan barang terlarang tersebut,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa transparansi menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi Pemasyarakatan. Dengan melibatkan pihak eksternal seperti BNNK, validitas hasil pemeriksaan semakin terjamin.
Senada dengan hal tersebut, Viktor Fahik memberikan apresiasi atas inisiatif dan keterbukaan Lapas Atambua. Mengingat letak geografis Atambua yang berada di wilayah perbatasan negara, kewaspadaan terhadap penyelundupan dan penyalahgunaan narkoba harus semakin ditingkatkan.
“Sinergi ini sangat krusial, terutama di wilayah perbatasan seperti Belu. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut,” ungkap Viktor.
Ia juga mengingatkan bahaya narkotika kepada seluruh peserta. “Jangan sekali-kali mencoba narkoba. Sekali terjerumus, masa depan akan terancam. Mari kita jaga diri dan lingkungan tetap sehat,” tegasnya.
Antusiasme tidak hanya datang dari petugas, tetapi juga Warga Binaan. YS, salah satu Warga Binaan yang mengikuti tes, mengaku mendukung langkah tersebut.
“Kami tidak keberatan dengan tes urine mendadak ini. Justru kami merasa lebih aman karena lingkungan tempat kami tinggal bersih dari narkoba. Ini juga menjadi pengingat bagi kami untuk tetap fokus menjalani masa pembinaan,” katanya.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 26 petugas dan 110 Warga Binaan telah menjalani tes urine pada tahap ini. Hasilnya menunjukkan seluruh peserta negatif dari kandungan narkotika. Meski demikian, pihak Lapas menegaskan bahwa pemeriksaan akan terus dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan, menyesuaikan dengan ketersediaan alat tes.
Langkah deteksi dini ini diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan Lapas Atambua terhadap ancaman narkotika, sekaligus memperkuat sinergi antaraparat penegak hukum dalam mewujudkan institusi Pemasyarakatan yang berintegritas dan tepercaya. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Atambua
What's Your Reaction?


