Lapas Banjarmasin Ajak Warga Binaan Perkuat Muhasabah dan Perbaiki Diri

Lapas Banjarmasin Ajak Warga Binaan Perkuat Muhasabah dan Perbaiki Diri

Banjarmasin, INFO_PAS – Muhasabah jadi bagian penting dalam proses perubahan diri. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan keagamaan yang diikuti Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin di Masjid Baabut Taqwa, Senin (15/9). Melalui kegiatan ini, Warga Binaan diajak menengok kembali perjalanan hidup, menyadari kesalahan, serta menjadikan pertaubatan sebagai langkah untuk memperbaiki diri.

Kegiatan jadi ruang bagi Warga Binaan untuk menenangkan diri sekaligus melakukan introspeksi. Kesadaran bahwa setiap manusia memiliki tempat kembali diharapkan mampu mendorong mereka untuk tidak mengulangi kesalahan dan menata kembali sikap serta perilaku.

Kegiatan didampingi Petugas Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Salman Farsi dan petugas Kesatuan Pengamanan Lapas, M. Arifbillah. Pendampingan dilakukan untuk memastikan kegiatan berlangsung tertib sekaligus memberikan dukungan kepada Warga Binaan selama mengikuti rangkaian pembinaan keagamaan.

Salman Farsi mengatakan kegiatan pembinaan keagamaan seperti ini diharapkan dapat memberi ruang bagi Warga Binaan untuk melakukan refleksi dan memperkuat kesadaran dari dalam diri.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin Warga Binaan bisa lebih tenang, mengingat kembali kesalahan yang pernah dilakukan, kemudian menjadikannya sebagai dorongan untuk memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Salman.

Kegiatan diisi Ustaz Ilyas, salah satu praktisi rukiah syar’iyyah yang berbasis di kawasan Banjarbaru dan sekitarnya, Kalimantan Selatan. Selain pelaksanaan rukiah, Ustaz Ilyas memberi penguatan rohani kepada Warga Binaan agar tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.

Dalam penyampaiannya, Ustaz Ilyas mengingatkan bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara dan setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah Swt. Karena itu, mengingat kematian semestinya menjadi pengingat untuk meninggalkan keburukan dan memperbanyak kebaikan.

“Kalau kita mengingat tempat pulang kita adalah kematian, maka jangan sampai kita kembali dalam keadaan membawa keburukan. Tinggalkan yang buruk, bertaubat, dan gantilah dengan kebaikan,” pesan Ustaz Ilyas.

Pesan tersebut dilanjutkan dengan pelaksanaan rukiah sebagai bagian dari ikhtiar pembinaan rohani. Warga Binaan ikuti kegiatan dengan tertib dan khidmat, sekaligus memanfaatkan momen tersebut untuk menenangkan pikiran dan melakukan muhasabah.

Salah seorang Warga Binaan, R, mengaku merasakan ketenangan setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Setelah mengikuti rukiah, saya merasa lebih tenang. Pikiran juga terasa lebih ringan. Saya jadi semakin ingat untuk memperbaiki diri dan meninggalkan hal-hal yang tidak baik,” ungkap R.

Secara terpisah, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengatakan pembinaan keagamaan jadi salah satu sarana penting membangun kesadaran Warga Binaan untuk berubah.

“Pembinaan bukan hanya tentang menjalani proses di dalam Lapas, tetapi juga bagaimana Warga Binaan mampu melihat kesalahan masa lalu dan menjadikannya sebagai pelajaran. Kami ingin setiap proses pembinaan menjadi bekal agar mereka dapat meninggalkan keburukan, memperbaiki diri, dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujar Akhmad. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0