Survei “Kenali Dirimu”, Warga Binaan Lapas Banjarmasin Diajak Pahami Potensi Diri
Banjarmasin, INFO_PAS – Sebanyak 20 Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin ikuti survei “Kenali Dirimu” di Klinik Lapas Banjarmasin, Senin (14/9). Kegiatan yang didampingi dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), Putri Ayu Indah Sari dan Muhammad Ridho Alfajar, tersebut sarana bagi Warga Binaan untuk kenali karakter dan potensi dirinya.
Survei dilaksanakan dengan pendampingan dokter Klinik Lapas Banjarmasin, dr. Yayuk Ruwaidah. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa membantu Warga Binaan mengikuti setiap tahapan survei yang diarahkan untuk menggali pemahaman mengenai karakter, potensi, serta kondisi diri masing-masing.
Melalui survei tersebut, Warga Binaan diajak melihat dirinya secara lebih objektif, mulai dari mengenali kekuatan hingga memahami aspek yang masih perlu diperbaiki. Pemahaman terhadap diri sendiri menjadi salah satu langkah dalam membangun kesadaran dan mendorong perubahan selama menjalani proses pembinaan.
dr. Yayuk mengatakan pendampingan dilakukan untuk pastikan kegiatan berjalan dengan baik sekaligus berikan ruang yang nyaman bagi Warga Binaan selama mengikuti survei.
“Survei ini menjadi salah satu cara untuk mengajak Warga Binaan lebih mengenal dirinya. Kami mendampingi agar prosesnya berjalan dengan baik dan mereka dapat mengikuti setiap tahapan dengan nyaman,” ujar dr. Yayuk.
Bagi Putri Ayu Indah Sari dan Muhammad Ridho Alfajar, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengalaman belajar di lapangan. Melalui program magang, keduanya dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus berinteraksi langsung dengan Warga Binaan di lingkungan Pemasyarakatan.
Muhammad Ridho Alfajar mengatakan kegiatan tersebut beri pengalaman baru karena dirinya dapat melihat secara langsung proses pembinaan dan berinteraksi dengan Warga Binaan melalui pendekatan yang tepat kepada setiap individu.
“Menurut saya, kegiatan ini memberikan pengalaman yang berharga. Kami tidak hanya belajar menerapkan ilmu dari perkuliahan, tetapi juga belajar bagaimana berkomunikasi dan memahami karakter Warga Binaan secara langsung,” kata Fajar.
Secara terpisah, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa UMB dalam kegiatan tersebut.
“Kegiatan magang seperti ini memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung di lapangan, sementara Warga Binaan memperoleh kegiatan yang membantu mereka lebih mengenal dan memahami dirinya. Ini sejalan dengan pembinaan yang mendorong perubahan secara bertahap,” ujar Akhmad.
Ia menambahkan, Lapas Banjarmasin terbuka terhadap kegiatan akademik yang memberikan manfaat positif dan dapat mendukung pembinaan Warga Binaan. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


