Lapas Banjarmasin Ajak Warga Binaan Tingkatkan Kerohanian lewat Peringatan Lailatulkadar

Lapas Banjarmasin Ajak Warga Binaan Tingkatkan Kerohanian lewat Peringatan Lailatulkadar

Banjarmasin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin gelar tausiah bertema Lailatulakadar di Masjid Baabut Taqwa, Senin (9/3). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya meningkatkan pembinaan kerohanian Warga Binaan selama Ramadan.

Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Gilang Wisnuwardhana, menyampaikan tausiah merupakan program pembinaan kepribadian yang rutin dilaksanakan, khususnya pada bulan Ramadan. “Kami berharap Warga Binaan makin memahami nilai-nilai spiritual serta menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah,” harapnya.

Kegiatan tersebut disampaikan oleh Ahmad Mursalim, peserta magang nasional, dan diikuti dengan antusias oleh Warga Binaan. Dalam tausiahnya, Ahmad menjelaskan makna dan keutamaan malam Lailatulakadar sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Ia mengajak Warga Binaan memanfaatkan momentum Ramadan dengan memperbanyak ibadah, seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan memperbanyak doa.

“Lailatulakadar adalah malam penuh kemuliaan yang Allah berikan kepada umat-Nya. Barang siapa yang menghidupkan malam tersebut dengan ibadah dan keimanan, maka Allah akan melipatgandakan pahala dan mengampuni dosa-dosanya. Karena itu, mari kita maksimalkan Ramadan dengan amal terbaik,” ajak Ahmad.

Salah satu Warga Binaan berinisial ER bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan tausiah yang disampaikan memberikan motivasi untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah selama Ramadan.

“Tausiah ini menambah pemahaman kami tentang keutamaan malam Lailatulqadar dan memotivasi kami untuk lebih meningkatkan ibadah,” ungkap ER.

Sementara itu, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan pembinaan kerohanian menjadi bagian penting dalam proses Pemasyarakatan. “Pembinaan keagamaan terus kami dorong agar Warga Binaan memiliki bekal spiritual yang kuat. Harapannya, ketika kembali ke masyarakat, mereka tidak hanya berubah secara perilaku, tetapi juga memiliki keimanan yang lebih baik,” harapnya.

Melalui pembinaan kerohanian, seperti tausiah agama, Lapas Banjarmasin berkomitmen menghadirkan proses Pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan perilaku, tetapi juga penguatan nilai-nilai spiritual. Dengan demikian, Warga Binaan diharapkan menata kembali arah hidupnya dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Banjarmasin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0