Lapas Banjarmasin Ajarkan Warga Binaan Pengolahan Lahan Pascapanen dengan POC dan Molase

Lapas Banjarmasin Ajarkan Warga Binaan Pengolahan Lahan Pascapanen dengan POC dan Molase

Banjarmasin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin olah lahan pascapanen kangkung di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1 sebagai persiapan musim tanam berikutnya, Selasa (28/7). Kegiatan ini bagian dari pembinaan kemandirian dengan membekali Warga Binaan teknik pengolahan lahan menggunakan pupuk organik cair (POC) yang dipadukan dengan molase atau tetes tebu untuk kembalikan kesuburan tanah.

Pengolahan lahan berlangsung dengan pendampingan Petugas Seksi Kegiatan Kerja, Yoga Primajaya. Warga Binaan tidak hanya mempraktikkan tahapan pengolahan lahan, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai manfaat POC sebagai metode budidaya pertanian yang ramah lingkungan.

POC merupakan pupuk organik hasil fermentasi berbagai bahan organik yang memanfaatkan molase sebagai sumber energi bagi mikroorganisme pengurai, seperti EM4. Penggunaan molase membantu mempercepat proses fermentasi, mengaktifkan mikroorganisme tanah, memperbaiki struktur tanah agar lebih gembur, serta menyediakan unsur hara awal sebelum penanaman kembali dilakukan.

Yoga Primajaya menjelaskan pengolahan lahan menjadi tahapan penting sebelum memasuki musim tanam berikutnya.

"Lahan yang telah selesai dipanen kami bersihkan terlebih dahulu, kemudian diaplikasikan POC yang dicampur molase untuk mengaktifkan mikroorganisme tanah. Tahap ini bertujuan mengembalikan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah agar lebih gembur, serta menyiapkan unsur hara sebelum dilakukan penanaman berikutnya. Seluruh proses kami praktikkan bersama Warga Binaan agar mereka memahami teknik pengolahan lahan yang benar," jelas Yoga.

Salah seorang Warga Binaan, U, mengaku memperoleh pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut.

"Saya baru mengetahui bahwa sebelum menanam kembali, tanah harus dipersiapkan menggunakan POC dan molase. Dari pendampingan petugas, saya jadi memahami manfaatnya untuk menyuburkan tanah. Ilmu seperti ini sangat bermanfaat dan ingin saya terapkan nanti setelah bebas," ungkapnya.

Kepala Seksi Giatja Lapas Banjarmasin, Bagus Paras Etika, mengatakan setiap kegiatan pembinaan pertanian dirancang agar Warga Binaan memahami seluruh tahapan budidaya, bukan hanya saat penanaman dan panen.

"Pembinaan pertanian kami laksanakan secara menyeluruh, mulai dari pengolahan lahan, pemupukan, perawatan, hingga panen. Dengan demikian, Warga Binaan memperoleh pengalaman dan keterampilan yang utuh sehingga nantinya dapat diterapkan sebagai bekal hidup yang produktif," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan pemanfaatan SAE 1 terus dioptimalkan sebagai sarana pembinaan pertanian yang memberikan pengalaman belajar secara langsung.

"Kami ingin setiap Warga Binaan memperoleh keterampilan yang benar-benar aplikatif. Melalui pembinaan pertanian di SAE 1, mereka tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga memahami seluruh proses budidaya, mulai dari pengolahan lahan hingga panen. Bekal keterampilan inilah yang diharapkan menjadi modal untuk hidup lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat," tegasnya.

Kegiatan ini merupakan dukungan terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya penguatan pembinaan kemandirian serta kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0