Lapas Banjarmasin Panen 40 Kilogram Kangkung di SAE 1
Banjarmasin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin panen 40 kilogram kangkung di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1, Jumat (7/8). Panen dipimpin Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, didampingi jajaran petugas bersama Warga Binaan yang ikuti program pembinaan kemandirian di bidang pertanian.
Panen tersebut merupakan hasil budidaya yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Warga Binaan di bawah pendampingan petugas. Seluruh tahapan, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, penyiraman, pemeliharaan, hingga panen, menjadi bagian dari pembelajaran keterampilan kerja sekaligus pembentukan sikap disiplin, tanggung jawab, dan produktivitas.
Akhmad Herriansyah mengatakan optimalisasi lahan pertanian di SAE 1 jadi salah satu upaya hadirkan pembinaan yang produktif sekaligus dukung program ketahanan pangan.
"Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat. Kami akan terus mengembangkan pemanfaatan lahan produktif agar program pembinaan kemandirian semakin optimal dan berkelanjutan," ujar Kalapas.
Sementara itu, Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, Obi Noverianda, menjelaskan hasil panen kangkung merupakan buah dari kerja sama petugas dan Warga Binaan yang secara konsisten merawat tanaman sejak masa tanam hingga panen.
"Panen sebanyak 40 kilogram ini menjadi bukti bahwa proses pembinaan berjalan dengan baik. Hasil panen selanjutnya dijual kepada vendor penyedia bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas. Dengan pola ini, Warga Binaan tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga memahami proses produksi hingga pemasaran hasil kerja yang memiliki nilai ekonomi," jelas Obi.
Salah seorang Warga Binaan, Farid (nama samaran), mengaku bersyukur dapat mengikuti program pertanian di SAE 1. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mengisi waktu dengan aktivitas yang bermanfaat, tetapi juga memberikan keterampilan baru sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.
"Sebelumnya saya tidak pernah bertani. Di sini saya belajar mulai dari mengolah lahan, menanam, merawat, hingga memanen. Saya senang karena hasil kerja kami bisa dijual kepada vendor untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas. Kegiatan ini membuat saya memiliki keterampilan yang nantinya ingin saya manfaatkan sebagai bekal mencari nafkah setelah kembali ke masyarakat," ungkap Farid.
Melalui pembinaan kemandirian di sektor pertanian, Lapas Banjarmasin terus optimalkan lahan produktif sebagai sarana pembelajaran bagi Warga Binaan. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


