Lapas Banjarmasin Perkuat Pembinaan Spiritual Warga Binaan
Banjarmasin, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin kembali perkuat pembinaan kepribadian melalui ceramah keagamaan yang diikuti Warga Binaan, Senin (4/5). Bertempat di Masjid Baabut Taqwa Lapas Banjarmasin, ceramah tersebut disampaikan Mursalim, peserta magang nasional, dengan mengangkat pembahasan dari kitab Asrarus Sholah yang menitikberatkan pada pentingnya keikhlasan dalam beribadah, khususnya dalam melaksanakan salat.
Dalam penyampaiannya, Mursalim menekankan ibadah yang dilakukan hendaknya dilandasi niat yang tulus semata-mata untuk mengharap ria Allah Swt. tanpa mengharapkan pujian atau penilaian dari manusia. “Keikhlasan adalah kunci utama diterimanya ibadah. Salat yang kita kerjakan bukan sekadar kewajiban, tetapi penghambaan yang harus dilandasi hati yang bersih dan niat yang lurus karena Allah Swt.,” ujarnya.
Salah satu Warga Binaan, ER, mendapatkan banyak pelajaran dari ceramah tersebut. “Dulu saya salat hanya sekadar menjalankan kewajiban. Sekarang mulai paham, ternyata yang paling penting itu niat dan keikhlasan. Di sini saya belajar memperbaiki diri, pelan-pelan tapi pasti,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan pembinaan spiritual menjadi fondasi penting dalam proses pembentukan karakter Warga Binaan. “Dari hati yang dibenahi, perilaku akan mengikuti. Kami ingin Warga Binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga pulang membawa perubahan yang nyata,” tegasnya.
Senada, Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Muhammad Ansyari, menambahkan ceramah keagamaan menjadi ruang refleksi bagi Warga Binaan untuk memperbaiki diri. “Kami berharap tumbuh kesadaran dari dalam diri Warga Binaan. Bukan karena diawasi, tapi karena memahami makna ibadah, semua kembali kepada Allah Swt.,” jelasnya.
Kegiatan ini menjadi pembinaan spiritual untuk membentuk karakter Warga Binaan agar lebih baik dan meningkatkan kesadaran dalam menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan. Melalui kegiatan ini, diharapkan Warga Binaan makin mendekatkan diri kepada tuhan dan menjadikan nilai-nilai keikhlasan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Pada hari yang sama juga dilaksanakan pelayanan rohani Kristen bekerja sama dengan Yayasan Peduli Kasih di Gereja Oikumene. Pelayanan rohani dipimpin oleh Pdt. Heliyani dengan tema yang diangkat dari Kitab Perjanjian Baru Yohanes 16:1–14.
Pembina Gereja Oikumene, Erik Simanjuntak, menyampaikan pesan reflektif kepada Warga Binaan. “Dalam renungan ini kita memahami bahwa menjadi pengikut Kristus tidak berarti bebas dari kesulitan. Kita harus tetap setia, bahkan ketika menghadapi tekanan,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan khutbah yang mengajak Warga Binaan untuk makin mendekatkan diri kepada tuhan dan memahami peran Roh Kudus dalam kehidupan sehari-hari. "Saya selalu mengandalkan Roh Kudus sebagai penuntun dan penolong dalam setiap langkah hidup ini," kata salah satu Warga Binaan, Lotar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Warga Binaan makin memiliki keteguhan iman serta menjalani proses pembinaan dengan penuh harapan dan semangat perubahan ke arah yang lebih baik. (IR)
Kontributor: Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


