Lapas Batulicin Lanjutkan Asesmen Rehabilitasi dan Reedukasi bagi 54 Warga Binaan

Lapas Batulicin Lanjutkan Asesmen Rehabilitasi dan Reedukasi bagi 54 Warga Binaan

Batulicin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin lanjutkan asesmen program rehabilitasi dan reedukasi berbasis ketahanan pangan tahap kedua bagi 54 Warga Binaan, Selasa (13/10). Kegiatan ini merupakan kelanjutan tahap pertama yang diikuti 38 Warga Binaan untuk menyeleksi calon peserta sesuai persyaratan yang berlaku.

Asesmen berlangsung di aula lantai 2 Lapas Batulicin dengan melibatkan pegawai Lapas, petugas kesehatan, serta peserta MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan. Seluruh tahapan dilaksanakan sesuai prosedur untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan dalam proses penilaian.

Berdasarkan data awal dari pusat, terdapat 89 Warga Binaan yang perlu ditindaklanjuti melalui asesmen. Setelah mempertimbangkan administrasi reintegrasi dan kendala terkait status strafsel, asesmen pada tahap ini dilanjutkan terhadap 54 orang.

Dari hasil asesmen tersebut, sembilan Warga Binaan dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi dan bersedia mengikuti program rehabilitasi dan reedukasi berbasis ketahanan pangan. Hasil ini jadi bagian dari proses penetapan peserta sesuai persyaratan dan tahapan program berikutnya.

Kasubsi Pembinaan Lapas Batulicin, Harry Indrawan, menjelaskan bahwa penyesuaian jumlah calon peserta dilakukan berdasarkan data awal dan kondisi administrasi masing-masing Warga Binaan. Menurutnya, asesmen diperlukan untuk memastikan calon peserta memenuhi persyaratan administrasi dan bersedia mengikuti program.

“Data awal dari pusat mencakup 89 Warga Binaan. Setelah mempertimbangkan proses administrasi reintegrasi dan kendala terkait status strafsel, asesmen dilanjutkan terhadap 54 orang, dengan hasil sembilan Warga Binaan memenuhi persyaratan administrasi dan menyatakan kesediaan mengikuti program,” ujar Harry.

Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan dukungannya terhadap program rehabilitasi dan reedukasi berbasis ketahanan pangan sebagai bagian dari pengembangan pembinaan yang terarah. Ia menilai pelaksanaan program perlu memperhatikan kesiapan peserta, ketepatan proses, dan tujuan pembinaan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Kami mendukung program rehabilitasi dan reedukasi berbasis ketahanan pangan sebagai salah satu upaya mengembangkan pengetahuan dan keterampilan Warga Binaan. Pelaksanaannya perlu dilakukan secara terukur dan sesuai ketentuan, sehingga dapat mendukung pembinaan yang bermanfaat serta mempersiapkan Warga Binaan untuk berperan lebih produktif setelah menyelesaikan masa pidana,” ujar Thoha.

Asesmen tahap kedua ini bagian dari proses seleksi calon peserta program berdasarkan persyaratan administrasi dan kesediaan mengikuti pembinaan. Lapas Batulicin berharap program rehabilitasi dan reedukasi berbasis ketahanan pangan dapat mendukung pengembangan keterampilan serta kesiapan Warga Binaan untuk kembali ke masyarakat. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Batulicin

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0