Rutan Tanjung Bina Spiritual Warga Binaan Perempuan melalui Pengajian Rutin
Tanjung, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung gelar pengajian rutin bagi Warga Binaan perempuan di blok hunian wanita, Kamis (15/10). Bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tabalong, kegiatan ini bagian dari pembinaan kepribadian sekaligus pemenuhan hak Warga Binaan untuk memperoleh pembinaan keagamaan.
Sebanyak 18 Warga Binaan perempuan beragama Islam ikuti pengajian di area depan blok hunian wanita dengan didampingi petugas Rutan Tanjung dan Ustazah Erni Muliati dari Kemenag Kabupaten Tabalong. Para peserta menyimak materi dan nasihat keagamaan dalam suasana hangat dan kekeluargaan.
Menjalani masa pidana dapat menjadi tantangan emosional bagi Warga Binaan, terutama karena harus berpisah sementara dengan keluarga. Karena itu, pembinaan kerohanian diharapkan membantu mereka mengelola perasaan, menumbuhkan ketenangan, dan menjaga harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Dalam pengajian tersebut, Ustazah Erni Muliati ajak Warga Binaan memperkuat keimanan, memperbanyak doa, dan menyikapi persoalan dengan sabar. Materi disampaikan melalui komunikasi terbuka dan pendekatan kekeluargaan agar pesan keagamaan dapat diterapkan selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke masyarakat.
“Setiap orang memiliki masalah masing-masing, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi masalah tersebut. Perbanyak doa dan memohon pertolongan kepada Allah Swt. Jangan hanya mendoakan diri sendiri, tetapi doakan juga orang-orang di sekitar kita. Dengan memperkuat keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah, semoga kita diberikan ketenangan dan kekuatan dalam menghadapi setiap ujian,” pesannya.
Ia juga mengingatkan Warga Binaan agar menjadikan masa pidana sebagai kesempatan untuk introspeksi dan memperbaiki perilaku. Niat untuk berubah, menurutnya, perlu disertai usaha nyata agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.
“Tanamkan niat yang kuat dalam diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum. Jadikan pengalaman ini sebagai pelajaran untuk memperbaiki diri, memperkuat hubungan dengan Allah Swt., dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Salah seorang Warga Binaan perempuan, Nurmi, mengungkapkan bahwa pengajian tersebut memberinya ketenangan dan semangat untuk menjalani masa pembinaan. Nasihat yang disampaikan juga menjadi pengingat untuk bersabar, memperbaiki diri, dan terus berharap dapat kembali berkumpul bersama keluarga.
“Alhamdulillah, melalui pengajian ini saya merasa lebih tenang dan semakin diingatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Banyak pelajaran yang bisa saya ambil, terutama tentang kesabaran, keikhlasan, dan pentingnya memperbaiki diri. Saya ingin menjadikan masa pembinaan ini sebagai kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Saya juga selalu berdoa agar keluarga diberikan kesehatan dan kekuatan, serta berharap suatu saat nanti bisa kembali berkumpul bersama mereka dengan membawa perubahan yang positif,” ungkap Nurmi.
Rutan Tanjung berupaya hadirkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada kedisiplinan, tetapi juga memperhatikan kebutuhan spiritual Warga Binaan. Pengajian rutin diharapkan membantu mereka memperkuat keimanan, membangun pengendalian diri, dan mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat.
Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat #2TahunGerakNyata, yakni menghadirkan manfaat melalui langkah konkret dan berkelanjutan. Bersama Kemenag Kabupaten Tabalong, Rutan Tanjung terus dukung pembinaan kepribadian Warga Binaan agar memiliki bekal untuk jalani kehidupan yang lebih baik dan bertanggung jawab setelah menyelesaikan masa pidana. (afn)
Kontributor: Humas Rutan Tanjung
What's Your Reaction?


