Lapas Batulicin Manfaatkan Maggot sebagai Pakan Bernutrisi bagi Ternak dan Ikan

Lapas Batulicin Manfaatkan Maggot sebagai Pakan Bernutrisi bagi Ternak dan Ikan

Batulicin, INFO PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin terus kembangkan pembinaan kemandirian melalui pemanfaatan maggot sebagai pakan bernutrisi bagi berbagai ternak dan perikanan di Sarana Asimilasi dan Edukasi. Program yang dikembangkan sejak April 2026 tersebut menjadi upaya membangun sistem peternakan dan perikanan produktif, berkelanjutan, dan bernilai ekonomis.

Setiap pagi, tiga Warga Binaan yang dipercaya mengelola budidaya maggot melaksanakan pemberian pakan kepada ikan lele, ayam petelur, bebek, dan ikan hias. Seluruh kegiatan berlangsung di bawah pendampingan petugas pembinaan dan pengawasan petugas untuk memastikan proses budidaya berjalan sesuai target pembinaan.

Pakan yang digunakan merupakan kombinasi maggot segar dan maggot kering yang berasal dari pergantian kulit (eksuvia) sehingga seluruh hasil budidaya dimanfaatkan  optimal. Jumlah pakan yang diberikan disesuaikan kebutuhan masing-masing jenis ternak dan perikanan agar pertumbuhan serta produktivitasnya tetap terjaga.

Pemanfaatan maggot dipilih karena memiliki kandungan protein yang tinggi, mudah dibudidayakan, cepat berkembang biak, dan memanfaatkan limbah organik sebagai sumber pakan utama. Melalui sistem tersebut, limbah organik yang sebelumnya tidak bernilai dapat diolah menjadi pakan berkualitas yang mendukung pertumbuhan ternak sekaligus menekan biaya operasional budidaya.

Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, menjelaskan pemanfaatan maggot tidak hanya bertujuan menyediakan pakan bernutrisi, tetapi juga membangun pola pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Seluruh proses mulai dari budidaya hingga pemanfaatan sebagai pakan memberikan pengalaman praktis yang bernilai bagi Warga Binaan.

"Budidaya maggot mengajarkan Warga Binaan bagaimana mengolah limbah organik menjadi produk bermanfaat dan bernilai ekonomi. Selain menghasilkan pakan berkualitas bagi ternak dan perikanan, kegiatan ini juga membentuk keterampilan yang dapat menjadi bekal usaha mandiri setelah mereka kembali ke masyarakat," ujar Harry, Kamis (30/7).

Salah seorang Warga Binaan berinisial H, mmemperoleh banyak pengetahuan selama mengikuti budidaya maggot. Menurutnya, proses yang sederhana, namun bermanfaat tersebut membuka pemahaman bahwa limbah organik dapat diolah menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

"Saya baru mengetahui bahwa limbah organik bisa diubah menjadi maggot yang sangat bermanfaat untuk pakan ternak dan ikan. Ilmu ini menjadi pengalaman berharga karena dapat saya manfaatkan sebagai peluang usaha ketika kembali ke masyarakat nanti," ungkap H.

Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, mengatakan pengembangan budidaya maggot akan terus diperluas sebagai penguatan pembinaan kemandirian Warga Binaan. Program tersebut mampu mengintegrasikan pengelolaan lingkungan, peternakan, perikanan, dan pembentukan keterampilan dalam satu sistem pembinaan produktif.

"Kami terus mendorong pengembangan budidaya maggot karena memberikan banyak manfaat, mulai dari pengelolaan limbah organik, penyediaan pakan bernutrisi, hingga peningkatan keterampilan Warga Binaan. Ke depan, program ini akan terus kami kembangkan agar menjadi salah satu pembinaan unggulan yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan maupun lingkungan," tegas Thoha.

Melalui pengembangan budidaya maggot yang dilakukan secara konsisten, Lapas Batulicin terus memperkuat pembinaan berbasis kemandirian novatif dan ramah lingkungan. Program ini menjadi bukti pengelolaan sumber daya sederhana menghasilkan manfaat besar bagi pembinaan Warga Binaan, produktivitas peternakan dan perikanan, serta keberlanjutan lingkungan. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Batulicin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0