Lapas Batulicin Perkuat Sanitasi melalui Rencana Pembangunan IPAL
Batulicin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin matangkan rencana pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) melalui koordinasi teknis dan survei lapangan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tanah Bumbu, Rabu (22/7). Kegiatan ini jadi langkah awal penyusunan sistem sanitasi yang efektif, aman, dan berkelanjutan di lingkungan Lapas.
Koordinasi dan survei lapangan dilakukan untuk pastikan kesiapan lokasi, tentukan konsep teknis pembangunan, serta identifikasi karakteristik lahan yang akan digunakan sebagai area pembangunan IPAL. Hasil peninjauan lapangan akan jadi dasar penyusunan perencanaan yang sesuai dengan kondisi eksisting di lingkungan Lapas.
Dari pihak Lapas Batulicin, kegiatan diikuti Kepala Urusan Tata Usaha, Tarsah, bersama Kepala Subseksi Admisi dan Orientasi, Mochammad Fachri Muzhaffar, serta jajaran teknis yang melakukan peninjauan langsung di sejumlah titik yang diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan. Sementara itu, Dinas PUPR Kabupaten Tanah Bumbu menugaskan Duwi Yulianto selaku Staf Teknis Bidang Cipta Karya untuk melakukan kajian teknis terhadap kondisi lapangan.
Dalam survei tersebut, tim melakukan pengukuran awal, identifikasi kontur lahan, arah aliran air limbah, serta peninjauan akses jaringan pembuangan yang telah tersedia. Data tersebut akan digunakan untuk menyusun rekomendasi teknis terkait kapasitas IPAL, metode pengolahan limbah, sistem perpipaan, dan kebutuhan infrastruktur pendukung.
Rencana pembangunan IPAL mengadopsi sistem sumur resapan dan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) tertutup untuk mengolah limbah domestik berupa air bekas mandi, cuci, dan aktivitas sehari-hari (grey water). Sistem tersebut dirancang untuk meminimalkan pencemaran lingkungan, mengurangi potensi bau tidak sedap, mengendalikan genangan air, serta meningkatkan kualitas sanitasi.
Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, mengatakan pembangunan IPAL jadi salah satu kebutuhan prioritas dalam mendukung peningkatan kualitas layanan Pemasyarakatan.
"Pembangunan IPAL bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan. Kami mengapresiasi dukungan dan pendampingan teknis dari Dinas PUPR Kabupaten Tanah Bumbu sehingga seluruh tahapan perencanaan dapat disusun secara matang berdasarkan kajian teknis yang komprehensif. Kami berharap pembangunan ini nantinya menghadirkan sistem sanitasi yang memenuhi standar, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga binaan," ujar Thoha.
Sementara itu, Staf Teknis Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Tanah Bumbu, Duwi Yulianto, menjelaskan bahwa survei lapangan merupakan tahapan penting sebelum penyusunan dokumen teknis pembangunan.
"Peninjauan lapangan dilakukan untuk memperoleh data teknis mengenai kondisi eksisting sehingga desain pembangunan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik lokasi. Perencanaan yang matang akan menghasilkan sistem pengelolaan air limbah yang efektif, aman, mudah dalam pemeliharaan, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan Lapas," jelas Duwi.
Lapas Batulicin dan Dinas PUPR Kabupaten Tanah Bumbu berupaya mempercepat realisasi pembangunan IPAL sebagai bagian dari penguatan sanitasi, peningkatan kesehatan lingkungan, dan dukungan terhadap penyelenggaraan Pemasyarakatan yang profesional dan berkelanjutan. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


