Lapas Batulicin Perluas Akses Pendidikan Warga Binaan melalui Program Paket C bersama PKBM Mitra Saring

Lapas Batulicin Perluas Akses Pendidikan Warga Binaan melalui Program Paket C bersama PKBM Mitra Saring

Batulicin, INFO PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin perluas akses pendidikan bagi Warga Binaan melalui program pendidikan kesetaraan Paket C bekerja sama dengan PKBM Yayasan Pemasyarakatan Mitra Saring. Program ini menjadi pemenuhan hak pendidikan Warga Binaan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai bekal kembali ke masyarakat.

Kegiatan di Aula Lapas Batulicin diikuti enam Warga Binaan sebagai peserta Program Paket C. Mereka memperoleh layanan pendidikan formal setara Sekolah Menengah Atas yang diakui negara.

Sebagai tindak lanjut program tersebut, paada Sabtu (25/7), Lapas Batulicin bersama PKBM Yayasan Pemasyarakatan Mitra Saring kembali mgelar pembelajaran mata pelajaran Bahasa Inggris di Aula Lapas Batulicin. Kegiatan yang dipandu tutor PKBM berlangsung interaktif dan diikuti Warga Binaan dengan antusias.

Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, mengatakan program Paket C merupakan pembinaan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, kompetensi, dan kepercayaan diri Warga Binaan. Menurutnya, pendidikan menjadi bekal penting agar Warga Binaan lebih siap kembali ke tengah masyarakat.

"Pendidikan adalah hak sekaligus fondasi pembinaan. Melalui Program Paket C, kami ingin memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk memperoleh ijazah yang diakui negara dan membangun kepercayaan diri sebagai bekal kembali ke masyarakat," ujar Harry.

Ketua PKBM Mitra Saring, Jayadi, mengatakan pihaknya berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas melalui proses pembelajaran yang terarah dan berkelanjutan. Sinergi dengan Lapas Batulicin diharapkan membuka kesempatan belajar yang setara bagi seluruh Warga Binaan.

"Pendidikan merupakan hak setiap warga negara. Kami berkomitmen menghadirkan pembelajaran berkualitas agar Warga Binaan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Salah seorang Warga Binaan berinisial D bersyukur dapat melanjutkan pendidikan yang sempat terhenti melalui program Paket C. Ia berharap kesempatan tersebut menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah bebas.

"Kesempatan mengikuti Paket C menjadi harapan baru bagi saya untuk melanjutkan pendidikan. Saya ingin memanfaatkan masa pembinaan ini untuk belajar lebih sungguh-sungguh sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat," ungkap D.

Terpisah, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan pendidikan merupakan salah satu prioritas pembinaan karena menjadi kunci dalam membentuk Warga Binaan yang mandiri dan produktif. Kolaborasi dengan PKBM menjadi langkah strategis untuk memastikan hak pendidikan Warga Binaan tetap terpenuhi selama menjalani masa pidana.

"Kami meyakini pendidikan adalah jembatan menuju perubahan. Karena itu, kami berkomitmen memastikan setiap Warga Binaan memperoleh hak atas pendidikan sebagai bekal untuk kembali menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan bermanfaat bagi masyarakat," tegas Thoha.

Program pendidikan kesetaraan Paket C merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan yang menjamin hak Warga Binaan memperoleh pendidikan sebagai proses pembinaan. Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan PKBM Yayasan Pemasyarakatan Mitra Saring, Lapas Batulicin terus memperkuat pembinaan berbasis pendidikan guna mewujudkan Warga Binaan yang berpengetahuan, berkarakter, dan siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Batulicin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0