Lapas Cipinang Siapkan Calon Tutor PKBM melalui Riset dan Proyek Berbasis AI
Jakarta, INFO_PAS – Program Training of Trainers (ToT) calon tutor PKBM Warga Mandiri Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang memasuki tahap presentasi hasil riset, Selasa (27/10). Pada pertemuan ketiga ini, Warga Binaan berlatih memverifikasi informasi, menguji gagasan, dan merancang solusi pembelajaran berbasis proyek, termasuk dengan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI).
Kepala Lapas Cipinang, Dr. Syarpani, menegaskan bahwa pelatihan ini diarahkan untuk membangun kemampuan berpikir kritis dan kreativitas Warga Binaan dalam menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan.
“Kami ingin Warga Binaan tidak sekadar mampu mencari informasi, tetapi juga menguji kebenarannya, mengolah pengetahuan, dan menghasilkan solusi yang bermanfaat. Teknologi harus menjadi alat bantu berpikir, bukan menggantikan proses berpikir,” ujar Dr. Syarpani.
Salah satu kelompok peserta mempresentasikan gagasan pemanfaatan AI untuk mendukung proses belajar-mengajar di PKBM Warga Mandiri. Gagasan tersebut masih bersifat konseptual dan akan dikembangkan menjadi rancangan proyek yang lebih konkret setelah mendapat masukan dari fasilitator.
AV, salah seorang peserta kelompok AI, menyampaikan bahwa proyek tersebut berangkat dari kebutuhan mencari alternatif pembelajaran di tengah keterbatasan akses terhadap sumber belajar.
“Kami mencoba melihat bagaimana AI bisa membantu tutor menyiapkan materi dan menjelaskan pelajaran dengan lebih mudah. Namun, kami juga belajar bahwa informasi dari AI tidak boleh langsung dipercaya dan harus diperiksa kembali,” ungkapnya.
Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan, Yudha Ageng CH, menjelaskan bahwa ToT telah memasuki pertemuan ketiga dan menyisakan satu pertemuan pada pekan berikutnya sebelum peserta dipersiapkan menjalankan peran sebagai tutor.
“Para calon tutor dibekali bukan hanya oleh Sekolah Erudio, tetapi juga penggiat pendidikan dari Gudskul, Sanggar Akar, dan Sanggar Anak Kita (SAKA), yang memiliki pengalaman dalam pendekatan pembelajaran kreatif, termasuk melalui Program Presisi. Kami berharap bekal ini dapat diterapkan dalam kegiatan belajar di PKBM,” jelas Yudha.
Pada pertemuan terakhir, peserta dijadwalkan mengembangkan hasil riset menjadi rencana produksi proyek yang lebih terukur dan dapat diterapkan. Melalui program ini, Lapas Cipinang siapkan Warga Binaan agar mampu jalankan peran sebagai tutor sekaligus kembangkan pembelajaran yang kritis, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. (afn)
Kontributor: Humas Lapas I Cipinang
What's Your Reaction?


