Lapas Geser Panen 43 Ikat Sawi Putih bersama Warga Binaan dan Peserta Magang
Geser, INFO_PAS – Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser untuk berdayakan Warga Binaan sekaligus dukung ketahanan pangan kembali buahkan hasil. Kali ini, Warga Binaan panen 43 ikat sawi putih yang dibudidayakan dengan metode hidroponik, Jumat (18/9). Panen tersebut merupakan hasil perawatan staf pembinaan bersama peserta magang dan Warga Binaan.
Kegiatan panen dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, bersama jajaran pejabat struktural, staf pembinaan, peserta magang, dan Warga Binaan di area hidroponik Lapas.
Nober Hasanda mengapresiasi keberhasilan panen sawi putih tersebut. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil kerja sama petugas, Warga Binaan, dan peserta magang dalam menjalankan program pembinaan kemandirian.
“Kami sangat mengapresiasi seluruh jajaran, peserta magang, dan Warga Binaan yang telah tekun melakukan perawatan sayuran hidroponik ini hingga berhasil panen dengan baik. Ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di Lapas Geser berjalan secara produktif dan kolaboratif. Harapan besar kami, keterampilan bertani modern ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi bekal keahlian yang mandiri bagi warga binaan ketika mereka kembali ke masyarakat nanti,” ujar Nober.
Di tempat yang sama, Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Geser, Junaidi Laisouw, menjelaskan bahwa penanaman sawi putih dengan metode hidroponik merupakan bagian dari pembinaan kemandirian berbasis pertanian. Selain mendukung ketahanan pangan, program ini bertujuan membekali Warga Binaan dengan keterampilan kerja.
“Melalui program ini, kami tidak hanya mengajarkan cara budidaya, tetapi juga membentuk mental kerja dan tanggung jawab. Hari ini kami berhasil memanen 43 ikat sawi putih, dan alhamdulillah semuanya langsung dibeli oleh petugas dan sebagian lagi oleh penyedia bahan makanan (bama). Ini menjadi penyemangat bagi mereka,” jelas Junaidi.
Kegiatan panen tersebut turut mendapat respons positif dari peserta magang, Sitti Aminah Zahzafni Rumalutur, yang terlibat sejak proses budi daya hingga panen. Ia mengaku senang dapat terlibat langsung dalam kegiatan pembinaan kemandirian tersebut.
“Kegiatan panen ini memberikan pengalaman berharga bagi kami sekaligus membuktikan bahwa pembinaan kemandirian di Lapas mampu mentransfer keterampilan pertanian modern secara efektif,” ungkap Sitti Aminah.
Dampak program ini juga dirasakan Warga Binaan. Salah satunya JR yang mengaku bersyukur dan bangga karena dapat mengikuti seluruh proses budi daya, mulai dari penanaman hingga panen.
“Saya sangat bersyukur bisa terlibat langsung dari proses penyemaian hingga panen. Program pembinaan ini memberikan ilmu dan keterampilan baru yang menjadi bekal berharga bagi saya. Setelah bebas nanti, saya berharap bisa membuka usaha pertanian mandiri untuk menopang perekonomian keluarga,” kata JR.
Melalui panen tersebut, Lapas Geser terus kembangkan budi daya hidroponik sebagai bagian dari pembinaan kemandirian. Keterampilan yang diperoleh Warga Binaan diharapkan dapat menjadi bekal untuk dikembangkan sebagai peluang usaha setelah bebas. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Geser
What's Your Reaction?


