Rutin Setor PNBP, Lapas Wahai Buktikan Keberhasilan Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Rutin Setor PNBP, Lapas Wahai Buktikan Keberhasilan Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Wahai, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus dukung penerimaan negara melalui program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Lapas Wahai secara berkala setorkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ke kas negara, terakhir pada Jumat (18/9).

Setoran PNBP tersebut bersumber dari kegiatan ketahanan pangan yang dikelola Warga Binaan di bawah pengawasan jajaran pembinaan, yakni sektor pertanian dan perkebunan.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyampaikan capaian tersebut merupakan hasil pembinaan kemandirian yang membekali Warga Binaan dengan keterampilan kerja bernilai ekonomi.

“Kami tidak hanya fokus pada pembinaan kepribadian, tetapi juga membekali Warga Binaan dengan keterampilan kerja yang bernilai ekonomi. Rutinitas penyetoran PNBP ini menjadi bukti bahwa Warga Binaan sanggup berproduksi dan memberikan kontribusi langsung bagi negara,” tegas Tersih.

Salah satu Staf Subseksi Pembinaan, Frans Tepal, menjelaskan teknis pelaksanaan program kemandirian yang terus ditingkatkan kualitas produknya agar memiliki daya saing pasar.

“Setiap proses dan tahapan kegiatan dikerjakan langsung oleh Warga Binaan yang telah mendapatkan pelatihan khusus. Hasil penjualan produk dari beberapa kali panen selama tiga bulan terakhir tersebut kemudian dipotong untuk premi Warga Binaan sebagai upah kerja mereka, dan sisanya 15% disetorkan sebagai PNBP sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujar Frans.

Sementara itu, Bendahara Lapas, La Ramli, menegaskan tata kelola keuangan hasil produksi program kemandirian dilakukan secara akuntabel dan tepat waktu ke kas negara.

“Seluruh mekanisme penerimaan dan penyetoran PNBP hasil kegiatan kemandirian Warga Binaan kami proses sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Penyetoran dilakukan secara berkala melalui sistem penerimaan negara elektronik untuk memastikan kelancaran, transparansi, serta akuntabilitas pertanggungjawaban keuangan negara di Lapas Wahai,” ungkap La Ramli.

Capaian Lapas Wahai tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Ia menilai capaian tersebut dapat menjadi contoh bagi Satuan Kerja Pemasyarakatan lainnya di wilayah Maluku.

“Apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Lapas Wahai yang terus produktif. Penyertaan PNBP secara rutin ini membuktikan bahwa pembinaan kemandirian berjalan efektif dan berdampak nyata. Saya berharap semangat ini terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga Lapas bukan lagi sekadar tempat pembinaan, tetapi juga pusat produktivitas yang berdampak positif bagi negara maupun bekal Warga Binaan saat kembali ke masyarakat nanti,” harap Ricky.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Wahai terus mendorong program pembinaan kemandirian agar dapat mendukung penerimaan negara sekaligus memberikan keterampilan kerja bagi Warga Binaan. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Wahai

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0