Perkuat Kelayan Binter, Bapas Jakarta Pusat Bangun Sinergi dengan Pemkot Jakarta Pusat
Jakarta, INFO_PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Jakarta Pusat terus perkuat koordinasi dengan stakeholder di wilayah Jakarta Pusat untuk sukseskan Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter). Penguatan koordinasi tersebut dilakukan melalui audiensi bersama Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin, Kamis (17/9), di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat.
Kepala Bapas Jakarta Pusat, Pahrudin Saputra, bersama jajaran hadir dalam pertemuan tersebut untuk menyampaikan kondisi layanan bimbingan kemasyarakatan sekaligus memperkenalkan Kelayan Binter sebagai wadah kolaborasi lintas sektor. Melalui Kelayan Binter, Bapas dorong keterlibatan pemerintah daerah dan berbagai unsur di wilayah untuk mendukung proses reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan.
Dalam pertemuan tersebut, Pahrudin menyampaikan bahwa keberhasilan reintegrasi sosial tidak hanya bergantung pada proses pembimbingan dan pengawasan yang dilakukan Bapas. Dukungan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, keluarga, dunia usaha, hingga masyarakat diperlukan agar Klien Pemasyarakatan memiliki lingkungan yang mendukung saat kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
“Kelayan Binter menjadi ruang bagi Bapas untuk memperkuat sinergi dengan seluruh unsur di wilayah. Reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan tidak dapat dilakukan oleh Bapas seorang diri. Karena itu, kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi agar Klien memiliki kesempatan untuk berkembang, mandiri, dan kembali mengambil peran positif di masyarakat,” ujar Pahrudin.
Selain membahas Kelayan Binter, pertemuan tersebut turut membahas kondisi Pemasyarakatan di wilayah Jakarta Pusat, termasuk pelaksanaan program pembimbingan dan pemberdayaan, tindak lanjut hasil asesmen, serta sejumlah tantangan dalam proses reintegrasi sosial. Kebutuhan penguatan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi juga jadi perhatian agar Warga Binaan maupun Klien Pemasyarakatan memiliki bekal untuk menjalani kehidupan secara produktif.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat tekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung proses reintegrasi sosial. Menurutnya, pemberdayaan perlu diarahkan pada peningkatan kemampuan dan keterampilan agar Warga Binaan maupun Klien Pemasyarakatan memiliki kesempatan untuk lebih mandiri.
“Kita perlu membangun kolaborasi yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga memberikan kemampuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan mereka setelah kembali ke masyarakat. Pemerintah daerah bersama stakeholders dapat membuka ruang untuk pelatihan, pemberdayaan, maupun peluang usaha sesuai dengan potensi yang ada,” tutur Arifin.
Arifin juga dorong penguatan kerja sama dengan perangkat daerah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka akses terhadap pelatihan kerja, kesempatan bekerja, serta peluang usaha bagi Warga Binaan dan Klien Pemasyarakatan.
Dalam audiensi tersebut turut dibahas dukungan keluarga dan lingkungan sosial, pemenuhan dokumen administrasi kependudukan bagi Warga Binaan yang telah bebas, serta upaya mengurangi stigma masyarakat terhadap mantan Warga Binaan. Berbagai masukan tersebut menjadi bagian dari pembahasan untuk memperkuat dukungan terhadap proses kembali dan beradaptasi di lingkungan masyarakat.
Audiensi ini menjadi bagian dari upaya Bapas Jakarta Pusat memperluas jejaring Kelayan Binter hingga tingkat kota. Dengan koordinasi bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat dan stakeholder lainnya, Bapas berharap dukungan terhadap proses reintegrasi sosial dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan. (afn)
Kontributor: Humas Bapas Jakarta Pusat
What's Your Reaction?


