Lapas Geser Terima Pendataan BPS, Program Hidroponik Kian Diakui

Lapas Geser Terima Pendataan BPS, Program Hidroponik Kian Diakui

Geser, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser kembali tunjukkan eksistensinya sebagai lembaga pembinaan yang produktif dan terbuka terhadap sinergi lintas sektor. Kali ini, Lapas Geser terima kunjungan mitra Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Selasa (28/7), untuk melakukan Survei Hortikultura Lainnya (VN-Horti) sekaligus pemutakhiran Direktori Usaha Pertanian Lainnya (DUTL).

Kedatangan rombongan BPS Kabupaten SBT disambut Kepala Subseksi Pembinaan, Junaidi Laisouw, bersama jajaran di aula Lapas Geser. Dalam kesempatan tersebut, Junaidi menyambut baik kolaborasi ini dan mengapresiasi perhatian BPS terhadap sektor pertanian produktif yang dikembangkan di Lapas Geser.

"Kami sangat terbuka dan mendukung penuh langkah BPS Kabupaten SBT dalam pemutakhiran data pertanian ini. Kehadiran program pembinaan kemandirian di Lapas tidak hanya bertujuan untuk memberikan keterampilan kerja bagi Warga Binaan, tetapi juga siap berkontribusi secara terbuka dalam penyediaan data statistik pertanian yang akurat bagi daerah," ujar Junaidi.

Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan BPS tinjau sarana pembinaan kemandirian di bidang pertanian hidroponik yang dikelola Warga Binaan. Mereka mengamati budidaya sayuran hijau yang tumbuh dengan sistem hidroponik menggunakan sirkulasi air dan wadah bambu modifikasi. Pada kesempatan tersebut, Warga Binaan yang terlibat dalam program turut menjelaskan proses budidaya, mulai dari penyemaian benih hingga panen.

Ketua rombongan BPS Kabupaten SBT, Hamzah Hasan, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari pendataan kegiatan pertanian di wilayah Seram Bagian Timur.

"Pendataan yang kami lakukan untuk mendata program pertanian yang sedang digencarkan di Lapas Geser, sekaligus untuk melihat target muara dari hasil budidaya tersebut. Hasil ini sebagai gambaran dan data akurat bagi kami bahwa ternyata ada aktivitas usaha pertanian di lingkup Lapas. Harapan kami, kegiatan pertanian ini dapat tetap dilanjutkan sehingga bisa menjadi salah satu sumber penghasilan bagi Warga Binaan sekaligus menjawab kebutuhan pangan internal," ungkapnya.

Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, mengapresiasi kedatangan tim BPS Kabupaten SBT. Menurutnya, program pembinaan di Lapas Geser terus diarahkan untuk mencetak Warga Binaan yang produktif dan memiliki keterampilan sebagai bekal kembali ke masyarakat.

"Kami sangat berterima kasih dan menyambut positif kedatangan mitra BPS Kabupaten SBT dalam rangka pengumpulan Data Survei Hortikultura serta Updating Direktori Usaha Pertanian Lainnya di Lapas Geser. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa Lapas Geser konsisten menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga pembinaan yang produktif dan terbuka bagi sinergi lintas sektoral," ujar Nober.

Nober menambahkan, program hidroponik juga mendukung ketahanan pangan. Hasil panen tidak hanya dikonsumsi Warga Binaan, tetapi juga dipasarkan kepada masyarakat. Keuntungan penjualan dialokasikan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), premi Warga Binaan, serta keberlanjutan program budidaya.

"Melalui pendataan BPS, kami berharap kerja keras Warga Binaan tercatat secara akurat sebagai kontribusi sektor pertanian di Seram Bagian Timur," tutup Nober. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Geser

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0