Lapas Kelas I Cipinang Perkuat Pembinaan Kemandirian Melalui Pelatihan Tata Boga Berbasis Industri
Jakarta, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus perkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui pelatihan tata boga yang digelar di Aula Giatja Lapas Kelas I Cipinang, Jumat (29/5). Kegiatan tersebut untuk bekali Warga Binaan dengan keterampilan kerja dan jiwa kewirausahaan sebagai bekal reintegrasi sosial.
Pelatihan terselenggara melalui kolaborasi antara Lapas Kelas I Cipinang dan PT Cakrawala Langit Persada sebagai mitra pembinaan di bidang kuliner dan pengembangan usaha makanan. Peserta dibekali keterampilan pengolahan makanan, penyajian produk, standar higienitas, hingga dasar pemasaran produk kuliner.
Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Lis Susanti, saat membuka kegiatan menyampaikan pesan Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, bahwa pembinaan kemandirian harus mampu menghasilkan kompetensi yang dapat diterapkan secara nyata setelah Warga Binaan kembali ke masyarakat.
“Pak Kalapas menegaskan bahwa pembinaan tidak boleh berhenti pada aspek teori. Warga Binaan harus memiliki keterampilan yang produktif, bernilai ekonomi, dan mampu menjadi sumber penghidupan yang layak. Pelatihan tata boga ini menjadi sarana membangun mental kerja, disiplin, kreativitas, sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan,” ujar Lis.
Ia menambahkan, sektor kuliner memiliki peluang usaha yang luas sehingga menjadi salah satu bidang strategis dalam program pembinaan kemandirian di Lapas Cipinang.
Sementara itu, mentor pelatihan dari PT Cakrawala Langit Persada, Sri Hastuti, menjelaskan bahwa peserta juga dibekali pemahaman mengenai kualitas produk, pengemasan, dan strategi pemasaran agar mampu bersaing di dunia usaha.
“Produk yang baik tidak cukup hanya memiliki rasa yang enak. Peserta juga harus memahami standar produksi, tampilan produk, hingga cara memasarkannya. Karena itu kami berupaya memberikan pembelajaran yang lengkap agar keterampilan yang diperoleh benar-benar siap diterapkan,” jelas Sri.
Para peserta tampak antusias mengikuti sesi pengenalan materi dan praktik dasar yang diberikan instruktur. Salah seorang peserta, TS, mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti pelatihan tersebut.
“Saya senang bisa mengikuti pelatihan ini karena menambah ilmu dan keterampilan yang bermanfaat. Semoga ilmu yang didapat bisa menjadi bekal untuk bekerja atau membuka usaha kuliner sendiri setelah bebas nanti,” ungkapnya.
Pelatihan tata boga ini sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam penguatan pembinaan kemandirian dan peningkatan kompetensi Warga Binaan. Melalui program tersebut, Lapas Kelas I Cipinang hadirkan pembinaan yang produktif, adaptif, dan berorientasi pada masa depan Warga Binaan. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Cipinang
What's Your Reaction?


