Lapas Kelas I Cipinang Perkuat SMART PAS, Dorong Mahasiswa Magang dan Taruna Jadi Mitra Pembelajaran

Lapas Kelas I Cipinang Perkuat SMART PAS, Dorong Mahasiswa Magang dan Taruna Jadi Mitra Pembelajaran

Jakarta, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang dorong program magang menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan kontribusi lintas disiplin, bukan sekadar observasi lapangan. Melalui penguatan Sistem Manajemen Aparatur Resilien dan Terampil Pemasyarakatan (SMART PAS), mahasiswa dan taruna yang tengah melaksanakan praktik lapangan dibekali untuk ikut mendokumentasikan praktik baik, dan memberikan perspektif akademik sesuai bidang keilmuannya, Senin (24/8).

Pembekalan di Ruang PRIMA tersebut diikuti mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Nasional, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Persada Indonesia Yayasan Administrasi Indonesia, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Jayabaya, serta Taruna Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kehadiran lintas disiplin tersebut dimanfaatkan untuk mempertemukan perspektif hukum, komunikasi, dan pembelajaran kedinasan dengan praktik Pemasyarakatan di lapangan.

Kepala Bagian Tata Usaha sekaligus Action Leader SMART PAS, Ari Budiningsih, menjelaskan SMART PAS atau Sistem Manajemen Aparatur Resilien dan Terampil Pemasyarakatan mendorong pengetahuan dan pengalaman di lingkungan kerja agar tidak berhenti pada individu, tetapi terdokumentasi dan dapat dipelajari bersama. “Mahasiswa dan taruna dapat berkontribusi sesuai kompetensinya. Perspektif hukum dapat memperkuat literasi regulasi, ilmu komunikasi mendukung dokumentasi dan komunikasi publik, sedangkan taruna membawa perspektif akademik kedinasan. Yang kami bangun adalah ruang belajar bersama dan pertukaran pengetahuan,” jelasnya.

Salah seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Jayabaya, Liska Damayanti Siagian, menilai pendekatan tersebut membuat pengalaman magang lebih bermakna karena peserta tidak hanya ditempatkan sebagai pengamat. “Kami tidak hanya belajar mengenal lingkungan kerja Lapas, tetapi juga diberi ruang untuk melihat bagaimana pengetahuan, dokumentasi, dan komunikasi publik mendukung kinerja organisasi. Kami merasa dilibatkan untuk belajar sekaligus berkontribusi,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Dr. Syarpani, mengatakan keterbukaan terhadap dunia akademik menjadi upaya membangun organisasi yang terus belajar dan beradaptasi. “Kami ingin magang memberikan manfaat dua arah. Mahasiswa dan taruna memperoleh pengalaman nyata, sementara organisasi mendapatkan perspektif, gagasan, dan pengetahuan baru. Kolaborasi seperti ini penting untuk membangun budaya belajar sekaligus mendorong perbaikan organisasi secara berkelanjutan,” tegasnya.

Melalui SMART PAS, Lapas Kelas I Cipinang terus memperluas ekosistem pembelajaran organisasi dengan melibatkan petugas, mahasiswa, taruna, dan mitra akademik. Kolaborasi tersebut diarahkan agar program magang menghasilkan pertukaran pengetahuan, dokumentasi praktik baik, dan gagasan yang memperkuat kualitas pelaksanaan tugas Pemasyarakatan. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Kelas I Cipinang

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0