Lapas Kelas I Tangerang Manfaatkan Lahan Kosong dan Matangkan Strategi Baru Budidaya Angggur
Tangerang, INFO_PAS - Dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional diwujudkan melalui langkah nyata di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang. Sejalan dengan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, lahan yang sebelumnya belum tergarap dioptimalkan menjadi area produktif yang mendukung pembinaan kemandirian Warga Binaan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Lahan seluas 195,3 m² yang sebelumnya belum tergarap kini mulai disulap menjadi area produktif oleh Lapas Kelas I Tangerang. Diawali dengan membersihkan lahan dari batu, besi, sampah plastik, dan berbagai material lainnya, sebelum dilanjutkan dengan pencangkulan serta pengolahan tanah. Selain menjadi upaya mendukung program ketahanan pangan, kegiatan ini juga menghadirkan ruang belajar yang menumbuhkan keterampilan, tanggung jawab, dan semangat untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.
Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, menyampaikan ini merupakan bentuk nyata pelaksanaan program pemerintah yang dipadukan dengan pembinaan di Lapas. “Warga Binaan tidak hanya diajak untuk bekerja, tetapi juga memahami proses, tanggung jawab dan pentingnya kerja keras. Harapannya, keterampilan dan pengalaman yang diperoleh menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” harapnya, Jumat (19/6).
Selanjutnya, Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Aris, menjelaskan pengembangan lahan produktif menjadi salah satu upaya untuk memperkuat program pembinaan yang berorientasi pada keterampilan kerja. “Mulai dari proses pengolahan lahan hingga perawatan tanaman, seluruh tahapan menjadi media pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada Warga Binaan. Selain menghasilkan lahan yang bermanfaat, kegiatan ini juga membangun pola pikir yang lebih produktif dan mandiri,” jelanya.
Salah satu Warga Binaan, Kumis, bersyukur atas kesempatan yang diberikan. "Kami belajar banyak hal dari kegiatan ini, mulai dari bekerja sama, disiplin, hingga memahami setiap hasil membutuhkan proses. Kegiatan seperti ini membuat kami lebih semangat untuk terus belajar dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik," ungkapnya.
Ke depan, Lapas Kelas I Tangerang akan terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia serta mengembangkan berbagai program pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak. Melalui program tersebut, diharapkan Warga Binaan tidak hanya memperoleh keterampilan kerja, tetapi juga memiliki kesiapan yang lebih baik untuk kembali berperan dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, jajaran Lapas Kelas I Tangerang lakukan peninjauan langsung terhadap kondisi kebun anggur sebagai langkah awal peremajaan tanaman dan penyusunan strategi baru guna meningkatkan produktivitas lahan, serta mewujudkan panen yang lebih optimal di masa mendatang, Peninjauan dilakukan dengan mengevaluasi kondisi tanaman yang masih ada, sistem budidaya yang pernah diterapkan, dan berbagai faktor yang memengaruhi pertumbuhan tanaman. Kegiatan ini menjadi upaya penguatan program pembinaan kemandirian sekaligus optimalisasi pemanfaatan lahan yang berada di lingkungan Lapas.
Pembina kegiatan budidaya anggur, Yoko, menjelaskan pengembangan kali ini tidak hanya berfokus pada penanaman kembali, tetapi juga pada penyempurnaan metode budidaya berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan. "Kami tidak hanya ingin menanam kembali, tetapi memastikan tanaman dapat tumbuh lebih baik dari sebelumnya. Dari evaluasi yang dilakukan, kami menemukan beberapa hal yang perlu dibenahi, mulai dari pola penanaman, sistem rambatan, hingga perawatan harian. Karena itu, metode yang akan diterapkan kali ini lebih terukur agar tanaman memiliki kondisi tumbuh yang optimal dan risiko serangan hama dapat diminimalkan," terangnya.
Dalam rencana pengembangannya, Lapas Kelas I Tangerang akan menerapkan sejumlah strategi baru, di antaranya penataan ulang jarak tanam untuk meningkatkan sirkulasi udara dan pencahayaan, penggunaan sistem rambatan yang lebih tertata, pemilihan varietas anggur yang lebih adaptif terhadap kondisi lingkungan, serta penguatan pemeliharaan melalui pemangkasan dan pemantauan kesehatan tanaman secara berkala. Langkah tersebut juga akan didukung dengan pengawasan yang lebih intensif terhadap potensi serangan hama sehingga permasalahan dideteksi dan ditangani lebih cepat.
Kepala Seksi Pengolahan Hasil Kerja, Aldri, menegaskan evaluasi yang dilakukan merupakan langkah penting untuk memastikan program pembinaan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. "Program pembinaan harus terus berkembang dan mampu beradaptasi dengan setiap tantangan yang ada. Evaluasi ini menjadi langkah penting agar pengembangan kebun anggur dilakukan dengan perencanaan yang lebih matang, sehingga tidak hanya menghasilkan panen yang lebih baik, tetapi juga memberikan proses pembelajaran yang lebih berkualitas bagi Warga Binaan," jelasnya.
Salah seorang Warga Binaan inisial G antusias dengan rencana pengembangan kembali kebun anggur tersebut. Menurutnya, budidaya memberikan pengalaman berharga sekaligus keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah selesai menjalani masa pidana.
"Bagi kami, kegiatan ini bukan hanya soal berkebun. Kami belajar tentang kesabaran dan tanggung jawab bagaimana merawat sesuatu hingga menghasilkan. Pengalaman sebelumnya justru menjadi pelajaran bagi kami untuk memahami cara merawat tanaman dengan lebih baik. Kami berharap kebun anggur ini kembali berkembang,” ungkap G.
Melalui peninjauan dan evaluasi yang dilakukan hari ini, Lapas Kelas I Tangerang menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dalam pelaksanaan pembinaan kemandirian. Dengan strategi budidaya yang lebih terencana dan pengendalian hama yang lebih efektif, kebun anggur diharapkan kembali berkembang menjadi salah satu program pembinaan produktif, edukatif, dan berkelanjutan bagi Warga Binaan. (IR)
Kontributor: Lapas Kelas I Tangerang
What's Your Reaction?


