Lapas Kupang Berikan Penyuluhan Diabetes Melitus dan Hipertensi Esensial bagi Warga Binaan
Kupang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kupang gelar penyuluhan kesehatan bertema “Diabetes Melitus dan Hipertensi Esensial”, Selasa (13/1). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Klinik Pratama Cendana Lapas Kupang untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan Warga Binaan terhadap pentingnya menjaga kesehatan.
Kepala Lapas Kupang, Antonius Hubertus Jawa Gili, menyampaikan penyuluhan kesehatan merupakan komitmen dalam memberikan pembinaan menyeluruh bagi Warga Binaan, khususnya dalam menjaga kualitas kesehatan selama menjalani masa pidana. “Kesehatan adalah modal utama bagi Warga Binaan untuk mengikuti seluruh program pembinaan. Dengan pemahaman yang baik tentang penyakit, seperti diabetes dan hipertensi, kami berharap Warga Binaan lebih peduli terhadap kondisi tubuhnya sendiri,” ujarnya.
Lebih lanjut, Antonius menegaskan edukasi kesehatan akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kualitas hidup Warga Binaan. “Harapan kami, setelah mendapatkan penyuluhan ini, Warga Binaan mampu menerapkan pola hidup sehat, baik selama berada di Lapas maupun saat kembali ke masyarakat nanti,” harapnya.
Penyuluhan tersebut menghadirkan pemateri dari peserta magang program Kementerian Ketenagakerjaan, Grevinno J. Lassa, yang memberikan penjelasan komprehensif mengenai pengertian, jenis, faktor risiko, gejala, hingga langkah pencegahan Diabetes Melitus dan Hipertensi Esensial.
Grevinno menjelaskan Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah akibat gangguan kerja insulin. Ia juga memaparkan dua jenis Diabetes Melitus, yaitu tipe 1 dan tipe 2, serta berbagai faktor risiko, seperti pola makan tinggi gula, kurang aktivitas fisik, berat badan berlebih, hingga kurang tidur.
Sementara itu, Hipertensi Esensial dijelaskan sebagai kondisi tekanan darah tinggi yang terjadi secara terus-menerus dan dapat meningkatkan risiko penyakit serius lainnya. Faktor risiko seperti konsumsi garam berlebihan, merokok, stres berkepanjangan, serta kurang aktivitas fisik menjadi perhatian utama dalam penyuluhan tersebut.
“Pencegahan kedua penyakit ini sebenarnya dapat dimulai dari perubahan gaya hidup sederhana, seperti mengatur pola makan, rutin berolahraga, berhenti merokok, mengelola stres, dan melakukan kontrol kesehatan secara berkala,” jelas Grevinno.
Penyuluhan ini juga mendapat respons positif dari Warga Binaan. Salah satu peserta, JS, mengungkapkan kegiatan tersebut membuka wawasan baru terkait penyakit yang selama ini sering dianggap sepele. “Selama ini saya tidak terlalu paham soal diabetes dan hipertensi. Setelah ikut penyuluhan ini, saya jadi tahu pentingnya menjaga makan dan olahraga agar tidak sakit di kemudian hari,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kupang terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pembinaan yang humanis dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup Warga Binaan, sejalan dengan tujuan Pemasyarakatan untuk membentuk pribadi yang sehat, mandiri, dan siap kembali ke masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Kupang
What's Your Reaction?


