Lapas Kupang Gelar Penyuluhan Pengolahan Sampah Medis dan Nonmedis bagi Warga Binaan
Kupang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kupang gelar penyuluhan bertema “Pengolahan Sampah Medis dan Non Medis” bagi Warga Binaan, Kamis (15/1). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Klinik Pratama Cendana Lapas Kupang sebagai upaya meciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Penyuluhan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman Warga Binaan mengenai jenis-jenis sampah, sumber sampah di lingkungan Lapas, serta cara pengelolaan sampah yang benar sesuai prosedur kesehatan dan lingkungan. Kegiatan berlangsung dengan penyampaian materi dan diskusi interaktif.
Dalam penyuluhan tersebut, Sisilia Novena selaku pemateri menjelaskan sampah merupakan sisa kegiatan manusia atau proses alam yang sudah tidak terpakai namun masih dapat dimanfaatkan kembali apabila dikelola dengan prosedur yang benar. Sampah di lingkungan Lapas dibedakan menjadi sampah nonmedis yang berasal dari aktivitas perkantoran, dapur, penatu, kebun, dan area umum, serta sampah medis yang berasal dari pelayanan kesehatan dan berpotensi berbahaya atau menularkan penyakit.
Ia juga menekankan pentingnya pemilahan sampah berdasarkan jenis dan warna tempat sampah, serta penerapan prinsip 3R atau Reduce, Reuse, Recycle sebagai langkah nyata menjaga kebersihan lingkungan. “Pengelolaan sampah yang baik bukan hanya menjaga kebersihan, tetapi juga melindungi kesehatan dan menciptakan lingkungan yang aman bagi semua,” terang Sisilia.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari Warga Binaan. Salah satu Warga Binaan, AF, mengaku baru memahami perbedaan antara sampah medis dan nonmedis, serta dampaknya terhadap kesehatan. “Selama ini saya buang sampah seadanya. Setelah ikut penyuluhan ini, saya jadi tahu pentingnya memilah sampah dan menjaga kebersihan lingkungan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kupang, Antonius Hubertus Jawa Gili, menyampaikan penyuluhan ini merupakan pembinaan kesadaran dan tanggung jawab Warga Binaan terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan. “Lingkungan yang bersih dan sehat sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup di Lapas. Melalui penyuluhan ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama,” ujar Antonius.
Ia menambahkan pengetahuan tentang pengolahan sampah juga menjadi bekal penting bagi Warga Binaan ketika kembali ke masyarakat. “Kami berharap Warga Binaan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik selama menjalani pembinaan di Lapas maupun setelah bebas nanti,” harapnya.
Melalui penyuluhan ini, Lapas Kupang terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang holistik dan berwawasan lingkungan guna mendukung terciptanya Lapas yang bersih, sehat, dan humanis, serta mempersiapkan Warga Binaan menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan peduli lingkungan. (IR)
Kontributor: Lapas Kupang
What's Your Reaction?


