Lapas Kupang Sulap Lahan Berbatu Jadi Kebun SAE Produktif, Wakil Gubernur NTT Beri Apresiasi
Kupang, INFO_PAS - Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kupang dapat perhatian dan apresiasi langsung dari Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol (Purn) Johni Asadoma. Apresiasi disampaikan dalam kunjungannya ke Lapas Kupang, Kamis (5/2).
Kebun SAE Lapas Kupang menjadi contoh konkret pemanfaatan lahan tidur berbatu yang kini berkembang menjadi sentra pertanian produktif. Berbagai komoditas hortikultura yang dibudidayakan secara berkelanjutan, mulai dari kacang panjang, pepaya, edamame, tomat, cabai, terong, hingga jagung. Seluruh pengelolaan melibatkan program asimilasi Warga Binaan sebagai bagian dari pelatihan keterampilan kerja.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Gubernur NTT didampingi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan NTT, Ketut Akbar Herry Achjar, beserta jajaran. Turut hadir Staf Ahli Kementerian Dalam Negeri, perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, serta mitra kerja dari PT Silvano Maynard Jaya.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Frence Y. Ndun, menjelaskan bahwa pengelolaan kebun SAE Lapas Kupang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. “Kegiatan pertanian di kebun SAE ini kami rancang sebagai media pembelajaran bagi Warga Binaan, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi bekal nyata bagi mereka setelah bebas nanti,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan kebun SAE tidak lepas dari sinergi dengan berbagai pihak. “Kami terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan agar program ini semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTT mengapresiasi inovasi yang dilakukan jajaran Pemasyarakatan, khususnya Lapas Kupang, dalam mengolah lahan yang sebelumnya tidak bernilai ekonomis.
“Saya tertarik melihat bagaimana lahan yang tadinya berbatu dan tidak produktif kini bisa diolah menjadi kebun yang subur dan menghasilkan. Ini menunjukkan kemauan, inovasi, dan kerja nyata,” ujarnya.
Ia menilai kebun SAE Lapas Kupang layak menjadi contoh bagi instansi pemerintah maupun masyarakat yang memiliki lahan kosong.
“Dulunya lahan ini tidak bernilai apa-apa. Sekarang memberi manfaat ekonomi. Ini patut ditiru, apalagi kebutuhan pangan, termasuk untuk dapur MBG, sangat membutuhkan hasil-hasil pertanian seperti ini,” tegasnya.

Selain meninjau kebun, Wakil Gubernur juga berdialog langsung dengan Warga Binaan yang terlibat dalam pengelolaan SAE. Ia memberikan motivasi agar program tersebut terus dikembangkan secara berkelanjutan.
“Saya mengucapkan terima kasih atas inisiatif dan inovasi yang telah dilakukan. Ini terus berlanjut karena manfaatnya nyata, baik bagi Warga Binaan maupun masyarakat,” pesannya.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas NTT, Ketut Akbar Herry Achjar, menyampaikan bahwa kebun SAE Lapas Kupang merupakan bagian dari strategi pelatihan kemandirian sekaligus kontribusi Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
“Program ini tidak hanya melatih keterampilan kerja Warga Binaan, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan produktivitas,” jelasnya.
Salah satu Warga Binaan yang terlibat, DA (25), mengaku bangga dapat berpartisipasi dalam pengelolaan kebun SAE.
“Dari lahan yang dulu kosong, sekarang kami belajar bertani sampai panen. Ini jadi bekal berharga agar kami bisa mandiri setelah kembali ke masyarakat,” ungkapnya. (afn)
Kontributor : Humas Lapas Kupang
What's Your Reaction?


