Lapas Luwuk Hadirkan Metode DIROSA untuk Pembinaan Al-Qur'an Warga Binaan
Luwuk, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk terus berikan pembinaan mental dan spiritual berkelanjutan bagi Warga Binaan. Pada Rabu (14/10), Lapas Luwuk gelar pembinaan kerohanian belajar membaca Al-Qur’an menggunakan metode Pendidikan Al-Qur'an Orang Dewasa (DIROSA) di Masjid At-Taubah yang diikuti 72 Warga Binaan dari berbagai blok hunian.
Kegiatan ini bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banggai. Program pelatihan ini dikhususkan bagi Warga Binaan beragama Islam yang belum bisa atau masih terbata-bata dalam membaca Al-Qur'an.
Staf Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan, Syamsu Bahri, kala mendampingi kegiatan menegaskan komitmen Lapas dalam mendukung pembinaan karakter dan kerohanian seluruh Warga Binaan. Ia mengapresiasi semangat dan antusiasme Warga Binaan yang hadir hari ini, mulai dari blok hunian umum hingga blok lanjut usia dan perawatan.
"Kegiatan ini merupakan pemenuhan hak pembinaan kerohanian. Kami berharap program belajar mengaji ini membentuk karakter yang lebih religius, berakhlak mulia, dan menjadi modal positif bagi Warga Binaan sebagai bekal setelah bebas nanti," harap Syamsu.
Pada kesempatan itu, pengajar dari Kemenag Kabupaten Banggai, Ustaz Dwi Hudiyono, menjelaslan metode DIROSA dipilih karena pendekatannya yang praktis, sistematis, dan dirancang khusus agar mudah dipahami oleh orang dewasa yang ingin belajar mengaji dari tingkat dasar. Ia menyampaikan apresiasi dan harapannya atas semangat para peserta selama mengikuti proses bimbingan.
"Tidak ada kata terlambat untuk belajar Al-Qur'an. Metode DIROSA hadir untuk mempermudah saudara-saudara kita di sini agar bisa membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Harapan kami, pembelajaran ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi benar-benar diresapi sebagai bekal ilmu yang sangat bermanfaat, terutama sebagai bekal spiritual di akhirat kelak serta panduan hidup ketika kelak kembali ke tengah keluarga dan masyarakat," ujar Ustaz Dwi.
Menutup kegiatan tersebut, Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, turut memberikan apresiasi dan menegaskan pentingnya program pembinaan kerohanian ini. "Pembinaan kerohanian melalui metode DIROSA merupakan salah satu pilar penting dalam proses pembentukan karakter Warga Binaan. Kami ingin memastikan masa pidana di Lapas Luwuk bukan sekadar tempat menjalani hukuman, melainkan ruang untuk memperbaiki diri,“ ujarnya.
Lapas Luwuk berharap ilmu Al-Qur'an yang dipelajari menjadi bekal bermanfaat, baik untuk ketenangan jiwa di dunia, bekal di akhirat, maupun modal kehidupan yang lebih baik saat Warga Binaan kembali ke masyarakat. (IR).
Kontributor: Lapas Luwuk
What's Your Reaction?


