Lapas Narkotika Karang Intan Gandeng BRI Gelar Pelatihan Service Excellent
Karang Intan, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus tingkatkan kualitas pelayanan publik melalui berbagai upaya pengembangan kompetensi petugas. Salah satu upaya yang dilakukan Lapas Narkotika Karang Intan menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk menyelenggarakan Pelatihan Service Excellent bagi seluruh petugas pelayanan guna mewujudkan layanan yang profesional, ramah, serta cepat dan tepat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, Jumat (12/6).
Bertempat di Aula Lapas Narkotika Karang Intan, kegiatan ini diikuti petugas yang terlibat langsung dalam pelayanan masyarakat, mulai dari layanan kunjungan, informasi, pengaduan, hingga berbagai layanan administrasi Pemasyarakatan. Mereka dibekali pemahaman mengenai pentingnya membangun pengalaman pelayanan positif sehingga masyarakat dmerasakan layanan berkualitas saat berinteraksi dengan petugas.
Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menyampaikan kualitas pelayanan menjadi salah satu wajah utama instansi di mata masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas petugas harus dilakukan secara berkelanjutan agar pelayanan yang diberikan makin profesional dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
“Pelayanan merupakan garda terdepan yang langsung dirasakan masyarakat. Kami ingin memastikan setiap petugas memiliki kemampuan, sikap, dan standar pelayanan yang baik sehingga masyarakat memperoleh layanan cepat, ramah, profesional, dan memberikan pengalaman positif. Kami berharap budaya pelayanan prima menjadi karakter yang melekat dalam setiap pelaksanaan tugas petugas Lapas Narkotika Karang Intan,” harap Yugo.
Pelatihan ini menghadirkan Muhammad Ardhiannor, Service and Operation Team BRI, yang membagikan pengalaman dan praktik terbaik dalam memberikan pelayanan prima kepada pengguna layanan. Narasumber menjelaskan pelayanan prima bukan sekadar memenuhi kebutuhan pengguna layanan, tetapi juga menciptakan rasa nyaman, aman, dan kepuasan melalui sikap profesional serta komunikasi yang efektif. Materi yang disampaikan meliputi teknik penyambutan pengunjung, etika komunikasi, penampilan profesional, kemampuan memahami kebutuhan pengguna layanan, hingga strategi penanganan keluhan dengan mengedepankan empati dan solusi.
Tidak berhenti pada teori, pelatihan juga dirancang secara interaktif melalui simulasi dan praktik langsung. Para petugas diberikan kesempatan untuk memerankan berbagai situasi pelayanan yang kerap ditemui dalam tugas sehari-hari, mulai dari menerima tamu, memberikan informasi, hingga merespons pertanyaan maupun keluhan masyarakat. Metode ini memungkinkan peserta memahami penerapan pelayanan prima secara nyata dan siap mengimplementasikannya dalam pelaksanaan tugas.
Ardhiannor menegaskan pelayanan prima tidak hanya berbicara tentang prosedur, tetapi juga tentang bagaimana membangun hubungan yang baik dengan pengguna layanan melalui sikap yang tulus dan responsif. “Service excellent adalah kemampuan memberikan pelayanan terbaik yang melampaui harapan pengguna layanan. Kunci utamanya terletak pada komunikasi yang efektif, empati, ketulusan dalam melayani, dan kemampuan memberikan solusi atas setiap kebutuhan maupun keluhan yang disampaikan masyarakat. Kami berharap petugas lebih percaya diri dan mampu menghadirkan pelayanan yang berkesan bagi setiap pengunjung,” jelasnya.
Melalui sinergi dengan Bank BRI ini, Lapas Narkotika Karang Intan berharap tercipta budaya kerja yang makin berorientasi pada pelayanan publik sehingga masyarakat merasakan layanan yang lebih baik, nyaman, dan humanis sebagai komitmen mewujudkan Pemasyarakatan yang bermanfaat untuk masyarakat.
Kontributor: LPN Karang Intan
What's Your Reaction?


