Lapas Pangkalpinang Kembangkan Lahan Perkebunan Terpadu, Direktur SSPP Beri Apresiasi
Pangkalpinang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang mulai kembangkan lahan seluas 2.900 m2 yang sebelumnya belum produktif menjadi area perkebunan terpadu. Pengembangan ini diawali dengan penanaman jagung varietas BISI 2 hibrida bersama Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Pemasyarakatan (SSPP) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Kadek Anton Budiharta, dan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjenpas Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, beserta jajaran, Kamis (29/10) sore.
Lahan yang berada di belakang gedung Lapas Pangkalpinang tersebut akan dikelola dengan melibatkan Warga Binaan dan pendampingan petugas. Selain tingkatkan produktivitas lahan, pengembangan ini bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian.
Direktur SSPP Ditjenpas mengapresiasi langkah Lapas Pangkalpinang dalam memanfaatkan lahan yang sebelumnya belum produktif menjadi area perkebunan yang bermanfaat. Upaya tersebut sejalan dengan dukungan terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya penguatan ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian Warga Binaan.
“Apresiasi kami atas upaya Lapas Pangkalpinang dalam mengembangkan lahan pertanian produktif. Kami berharap program ini berkelanjutan, mendukung ketahanan pangan, serta menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian,” pesan Kadek.
Kepala Lapas Pangkalpinang menyampaikan terima kasih atas apresiasi dan dukungan Direktur SSPP beserta rombongan. Ia menyebut penanaman jagung akan dilanjutkan dengan perawatan tanaman serta pengembangan komoditas hortikultura. Seluruh kegiatan akan melibatkan Warga Binaan dengan pendampingan petugas.
“Kunjungan dan apresiasi ini memotivasi kami untuk terus mengembangkan lahan secara produktif dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan keterampilan dan kemandirian Warga Binaan,” ujar Febie.
Kepala Kanwil Ditjenpas Kepulauan Bangka Belitung menilai pengembangan lahan perkebunan terpadu di Lapas Pangkalpinang sebagai upaya memperluas kegiatan pembinaan yang berorientasi pada hasil dan pemanfaatan potensi yang tersedia.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap Warga Binaan dapat terlibat aktif dalam proses pertanian, memahami cara pengelolaan yang baik, dan memperoleh pengalaman yang berguna sebagai bekal setelah selesai menjalani masa pidana,” ujar Ade. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Pangkalpinang
What's Your Reaction?


