Lapas Pangkalpinang Panen Lele dan Hortikultura di Agroedupark
Pangkalpinang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang kembali buktikan keberhasilan pembinaan Warga Binaan melalui panen hasil program ketahanan pangan, Rabu (29/7) sore. Bertempat di Agroedupark Lapas Pangkalpinang, panen kali ini meliputi 64 kilogram lele, 27 kilogram pakcoy, dan 16 kilogram pare hasil budidaya Warga Binaan.
Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, mengatakan program ketahanan pangan tidak hanya menghasilkan produk yang bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi sarana membekali Warga Binaan dengan keterampilan ybermanfaat. Keberhasilan panen merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran dan Warga Binaan yang secara konsisten mengembangkan sektor pertanian dan perikanan di lingkungan Lapas.
Selanjutnya, hasil panen akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi internal, dipasarkan melalui mitra Aching Fresh, dan disalurkan sebagai bantuan sosial kepada masyarakat. "Panen ini menjadi bukti pembinaan yang kami jalankan tidak hanya membentuk karakter, tetapi juga menghasilkan keterampilan bernilai. Program ketahanan pangan akan terus kami kembangkan berkelanjutan untuk mendukung kemandirian Warga Binaan," tegas Sugeng.
Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Mulsa Afrianto, menjelaskan Agroedupark Lapas Pangkalpinang terus dikembangkan sebagai pusat pembelajaran sekaligus sarana praktik bagi Warga Binaan. Melalui pendampingan berkelanjutan, berbagai komoditas pertanian dan perikanan tumbuh optimal dan memberikan hasil yang makin baik.
"Setiap proses budidaya menjadi media belajar bagi Warga Binaan untuk meningkatkan keterampilan dan etos kerja. Kami akan terus melakukan inovasi agar hasil panen makin beragam, berkualitas, dan memberikan manfaat yang lebih luas," janji Mulsa.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, mengapresiasi capaian Lapas Pangkalpinang dalam mengembangkan program pembinaan kemandirian berbasis ketahanan pangan. Keberhasilan tersebut membuktikan pembinaan di Lapas menghasilkan manfaat nyata, baik bagi Warga Binaan maupun masyarakat.
"Capaian ini menunjukkan pembinaan tidak hanya membentuk karakter dan keterampilan Warga Binaan, tetapi juga mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Semoga praktik baik ini menjadi inspirasi bagi Unit Pelaksanaan Teknis Pemasyarakatan lainnya," harap Ade.
Kegiatan ini merupakan implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 sebagai dukungan terhadap Asta Cita Presiden RI di bidang ketahanan pangan. Ke depan, Lapas Pangkalpinang akan terus mengoptimalkan Agroedupark dalam menghadirkan pembinaan produktif dan bermanfaat untuk masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Pangkalpinang
What's Your Reaction?


