Lapas Pangkalpinang Tingkatkan Profesionalisme Petugas lewat Penguatan Service Excellent
Pangkalpinang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang terus tingkatkan profesionalisme petugas melalui penguatan budaya pelayanan prima melalui penguatan kompetensi yang diikuti 12 petugas bekerja sama dengan BRI Cabang Pangkalpinang, Rabu (29/7). Mereka dibekali materi mengenai service excellent, komunikasi efektif, etika pelayanan, penanganan pengaduan, serta penguatan sikap empati dan orientasi solusi guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, mengatakan peningkatan kualitas pelayanan harus dimulai dari perubahan pola pikir dan budaya kerja seluruh petugas. Menurutnya, pelayanan yang profesional menjadi salah satu indikator keberhasilan organisasi dalam membangun kepercayaan masyarakat.
"Pelayanan prima bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi menghadirkan pengalaman pelayanan yang cepat, tepat, ramah, dan berintegritas. Kami ingin setiap petugas memberikan pelayanan terbaik yang mencerminkan wajah Pemasyarakatan," tegas Sugeng.
Senada, Kepala Urusan Kepegawaian dan Keuangan, Rafi Yalsyah Andisma, menjelaskan penguatan kompetensi petugas merupakan pengembangan sumber daya manusia yang dilakukan secara berkelanjutan. Ia berharap materi yang diperoleh diterapkan secara konsisten dalam setiap pelayanan kepada masyarakat.
"Pelatihan ini menjadi bekal bagi petugas untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, etika pelayanan, dan penyelesaian pengaduan secara profesional sehingga kualitas layanan publik di Lapas Pangkalpinang makin optimal," ujar Rafi.
Sebagai narasumber, Huzaifa Katarudin selaku Relationship Manager Briguna BRI Cabang Pangkalpinang menekankan pelayanan prima menempatkan kepuasan pelanggan sebagai prioritas utama dalam setiap interaksi. Menurutnya, petugas pelayanan dituntut tidak hanya memenuhi harapan masyarakat, tetapi juga memberikan pengalaman pelayanan yang melebihi ekspektasi melalui sikap profesional, empati, serta penyelesaian masalah yang cepat dan tepat.
"Service excellent dimulai dari hal sederhana, seperti senyum, sapa, salam, mendengarkan dengan baik, dan memberikan solusi. Ketika masyarakat merasa dihargai dan dilayani sepenuh hati, kepercayaan terhadap institusi akan tumbuh dengan sendirinya," jelas Andri.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab dan diskusi yang membahas berbagai pengalaman dan tantangan dalam memberikan pelayanan publik sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penerapan budaya pelayanan prima. Melalui kegiatan ini, Lapas Pangkalpinang berkomitmen mengimplementasikan budaya service excellent secara berkelanjutan guna mewujudkan pelayanan profesional, berintegritas, dan pasti bermanfaat untuk masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Pangkalpinang
What's Your Reaction?


