Lapas Perempuan Ambon dan Puskesmas Passo Periksa HIV dan IMS 85 Warga Binaan
Ambon, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon bekerja sama dengan Puskesmas Passo gelar pemeriksaan Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Infeksi Menular Seksual (IMS) terhadap 85 Warga Binaan perempuan, Kamis (22/10). Kegiatan ini bertujuan mendeteksi kemungkinan infeksi sejak dini sekaligus tingkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penularan penyakit.
Pemeriksaan ini bagian dari upaya pemantauan dan peningkatan derajat kesehatan Warga Binaan. Pelaksanaannya tetap memperhatikan prosedur yang berlaku, termasuk menjaga kerahasiaan hasil pemeriksaan dan memenuhi hak Warga Binaan atas pelayanan kesehatan.
Melalui pemeriksaan ini, Warga Binaan yang memerlukan tindak lanjut diharapkan dapat segera memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan medis. Kerja sama dengan Puskesmas Passo juga mendukung keberlanjutan akses layanan kesehatan bagi Warga Binaan.
Tenaga kesehatan Lapas Perempuan Ambon, drg. Cindy Tania, menyampaikan bahwa pemeriksaan HIV dan IMS penting untuk mendukung pemantauan kesehatan Warga Binaan.
“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran Warga Binaan mengenai pentingnya deteksi dini, pencegahan, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Kami berkomitmen mendukung pemenuhan hak Warga Binaan atas pelayanan kesehatan yang layak dengan tetap menjaga kerahasiaan hasil pemeriksaan serta memastikan tindak lanjut sesuai kebutuhan medis,” ujar Cindy.
Staf kesehatan Puskesmas Passo, Bidan Ima, menyampaikan bahwa pemeriksaan tersebut merupakan salah satu upaya deteksi dini untuk mengetahui kondisi kesehatan Warga Binaan.
“Melalui pemeriksaan ini, kami berharap Warga Binaan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan serta tidak ragu mengakses layanan kesehatan apabila membutuhkan pemeriksaan atau tindak lanjut medis. Kami juga mengutamakan kerahasiaan hasil pemeriksaan dan pelayanan sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Ima.
Kepala Lapas Perempuan Ambon, Hesta Van Harling, turut dorong penguatan pelayanan kesehatan sebagai bagian dari pemenuhan hak Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan. Menurutnya, koordinasi dengan instansi kesehatan penting untuk mendukung pelayanan yang optimal dan berkelanjutan.
“Pelayanan kesehatan merupakan hak Warga Binaan yang harus dipenuhi. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui sinergi dengan instansi terkait,” tegas Hesta.
Salah seorang Warga Binaan, D, mengapresiasi pelaksanaan pemeriksaan tersebut.
“Saya merasa bersyukur karena mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan ini. Kegiatan ini membuat saya semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara rutin. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan agar kami bisa lebih peduli terhadap kesehatan diri,” tutur D. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Perempuan Ambon
What's Your Reaction?


