Lapas Perempuan Palu Perkuat Ketahanan Pangan lewat Budidaya Jagung dan Kacang Panjang

Lapas Perempuan Palu Perkuat Ketahanan Pangan lewat Budidaya Jagung dan Kacang Panjang

Sigi, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu terus berinovasi dalam program pembinaan dengan mengoptimalkan lahan tidur di area luar tembok Lapas menjadi lahan pertanian produktif. Melalui pemanfaatan lahan tersebut, Warga Binaan dilibatkan langsung dalam budidaya tanaman jagung dan kacang panjang sebagai program ketahanan dan kemandirian pangan.

Pemanfaatan lahan di luar tembok ini juga menjadi langkah pengembangan dari kegiatan pertanian yang sebelumnya hanya mengandalkan lahan di area branggang. Dengan adanya tambahan area baru, kapasitas produksi dan keterlibatan Warga Binaan dalam kegiatan pertanian menjadi semakin meningkat.

Selain jagung dan kacang panjang, berbagai tanaman lain juga turut dibudidayakan, seperti pepaya, kelor, kangkung, terong, dan rica. Keberagaman tanaman ini tidak hanya memperkaya hasil pertanian, tetapi juga mendukung pemenuhan kebutuhan gizi dan memberikan pengalaman bercocok tanam yang lebih luas bagi Warga Binaan.

Kegiatan ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan di lingkungan Lapas, tetapi juga menjadi sarana pembekalan keterampilan bagi Warga Binaan agar memiliki kemampuan yang bermanfaat saat kembali ke tengah masyarakat. Dengan pendampingan petugas, para Warga Binaan belajar mulai dari proses pengolahan tanah, penanaman, perawatan, hingga masa panen.

Kepala Lapas Perempuan Palu, Yoesiana, menyampaikan pemanfaatan lahan tidur ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembinaan. “Kami ingin Warga Binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan keterampilan yang bisa menjadi bekal hidup mandiri. Program ini juga mendukung upaya ketahanan pangan secara nyata,” ujarnya,” Selasa (14/4).

Hasilnya, lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini tampak hijau dan produktif dengan beragam tanaman yang diharapkan tumbuh subur. Hasil panen dari kegiatan ini nantinya dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi di Lapas dan berpotensi memberikan nilai ekonomi tambahan lewat pemasaran yang dapat dilakukan ke depannya.

Salah satu Warga Binaan berinisial HM mendapatkan pengalaman baru yang sebelumnya belum pernah dilakukan. “Kami jadi belajar bertani, mulai dari menanam sampai merawat tanaman. Ini sangat bermanfaat untuk kami ke depannya,” ungkapnya.

Program ini sejalan dengan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendorong pembinaan berbasis kemandirian dan penguatan ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan. Program ini diharapkan terus berkelanjutan dan dikembangkan dengan komoditas lain sehingga makin banyak Warga Binaan yang memperoleh keterampilan produktif. Selain itu, langkah ini juga menjadi komitmen Lapas Perempuan Palu dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang aktif, mandiri, dan berdaya guna. (IR)

 

 

Kontributor: LPP Palu

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0