Lapas Saparua Lanjutkan Pembinaan Keahlian Alat Musik bagi Warga Binaan
Saparua, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saparua terus hadirkan program pembinaan bermanfaat dan berkelanjutan bagi Warga Binaan melalui kegiatan positif dan produktif. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pembinaan keahlian alat musik gitar di ruang pembinaan Lapas Saparua, Selasa (6/1).
Pembinaan keahlian alat musik tersebut diberikan oleh peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan Batch II Tahun 2025, Ririn Aseity C. Ralahalu, dengan pengawasan langsung oleh petugas jaga Lapas Saparua. Kegiatan ini menjadi pembinaan kepribadian yang bertujuan mengembangkan minat, bakat, dan kreativitas Warga Binaan agar dimanfaatkan secara positif selama menjalani masa pidana.
Pembinaan diawali dengan evaluasi terhadap materi dasar gitar yang telah diberikan sebelumnya. Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui sejauhmana pemahaman dan kemampuan Warga Binaan dalam memainkan gitar, khususnya dalam mengombinasikan akor, berpindah dari satu akor ke akor lainnya, serta teknik menggenjreng dan memetik gitar.
Dari hasil evaluasi tersebut, kedua Warga Binaan sudah mampu berpindah akor dengan cukup baik, namun masih memerlukan peningkatan dalam teknik memetik gitar agar permainan menjadi lebih rapi dan seimbang. “Dari evaluasi hari ini, Warga Binaan sudah bisa berpindah akor dengan baik. Namun, dalam teknik memetik gitar masih perlu dilatih secara rutin," ucap Ririn.
Setelah evaluasi, dilanjutkan dengan materi lanjutan berupa Akor G dan variasinya. Materi ini diberikan untuk memperkaya kemampuan permainan gitar Warga Binaan sekaligus melatih kelenturan jari serta ketepatan penempatan akor melalui latihan bertahap dan pendampingan langsung.
Kepala Lapas Saparua, Pramuaji Buamonabot, menyampaikan pembinaan alat musik yang dilaksanakan secara berkelanjutan diharapkan menjadi media berekspresi bagi Warga Binaan, selain melatih keahlian bermain musik. Menurutnya, kegiatan ini memberikan ruang positif bagi Warga Binaan untuk menyalurkan emosi, minat, dan kreativitas secara konstruktif.
“Melalui pembinaan alat musik, Warga Binaan tidak hanya belajar keterampilan teknis bermain musik, tetapi juga memiliki sarana berekspresi yang sehat dan membangun,” ujar Pramuaji.
Pembinaan musik juga berperan dalam membentuk sikap disiplin, kepercayaan diri, dan kebersamaan Warga Binaan. Oleh karena itu, Lapas Saparua berkomitmen untuk terus mendukung pelaksanaan pembinaan alat musik proses pembinaan kepribadian yang humanis dan berkelanjutan. (IR)
Kontributor: Lapas Saparua
What's Your Reaction?


