Lapas Tanjung Gelar Razia Rutin, Perkuat Komitmen Zero Halinar

Lapas Tanjung Gelar Razia Rutin, Perkuat Komitmen Zero Halinar

Tanjung, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung wujudkan Lapas bersih dari handphone, pungutan liar, dan narkoba atau Zero Halinar melalui penggeledahan rutin kamar hunian Warga Binaan. Rabu (22/7), razia dipusatkan di Blok B Kamar 7 sebagai upaya deteksi dini untuk cegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) di lingkungan Lapas.

Penggeledahan dipimpin Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) Sri Wahyudi dan melibatkan Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Adm. Kamtib), Kepala Subsi Keamanan, Kepala Subsi Pelaporan dan Tata Tertib (Kasubsi Portatib), staf KPLP, staf Kamtib, regu jaga, serta Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Lapas Tanjung. Seluruh proses berlangsung sesuai standar operasional dengan mengedepankan ketelitian, profesionalisme, dan pendekatan humanis.

Dari hasil penggeledahan, petugas mengamankan sejumlah barang yang tidak semestinya berada di dalam kamar hunian, yakni: 1 kabel, 2 alat cukur, 1 sendok besi, 4 korek api gas, 1 sabuk, 1 botol kaca, 2 potong besi, 1 gantungan baju, dan 1 senjata rakitan. Seluruh barang tersebut didata dan akan dimusnahkan sesuai ketentuan.

Kepala Lapas Tanjung, Tri Joko Wiyono, menegaskan penggeledahan rutin merupakan bagian dari strategi deteksi dini untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan lingkungan Pemasyarakatan yang bebas dari halinar.

"Penggeledahan rutin bukan sekadar mencari barang terlarang, tetapi menjadi langkah pencegahan agar potensi gangguan keamanan tidak berkembang. Kami ingin memastikan seluruh proses pembinaan berlangsung dalam lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif," ujar Tri Joko Wiyono.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas mengatakan penggeledahan dilakukan secara teliti dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif kepada Warga Binaan. Kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkala dengan sasaran blok hunian yang berbeda.

"Kami melaksanakan penggeledahan secara teliti dan sesuai prosedur. Konsistensi pelaksanaan razia menjadi salah satu kunci untuk mencegah masuk maupun beredarnya barang-barang yang dapat mengganggu keamanan di dalam Lapas," jelas Sri Wahyudi.

Sementara itu, Kasi Adm. Kamtib, Sabar Anju Padang, menilai sinergi seluruh unsur pengamanan menjadi faktor penting dalam keberhasilan deteksi dini.

"Deteksi dini harus menjadi budaya kerja seluruh jajaran. Dengan pengawasan yang konsisten dan kolaborasi antarpetugas, kami dapat mengantisipasi berbagai potensi gangguan sejak awal sehingga situasi keamanan tetap terkendali," ungkapnya. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Tanjung

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0