Lapas Tanjung Gelar Sosialisasi dan Asesmen Hantavirus bersama Dinkes Kab. Tabalong

Lapas Tanjung Gelar Sosialisasi dan Asesmen Hantavirus bersama Dinkes Kab. Tabalong

Tanjung, INFO_PAS — Pengalaman baru diperoleh Warga Binaan saat mengenal salah satu penyakit zoonosis yang masih jarang dibahas di lingkungan Pemasyarakatan. Pada Rabu (3/6), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabalong berikan sosialisasi mengenai Hantavirus kepada seluruh Warga Binaan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan terhadap penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat.

Lapas Tanjung menghadirkan tenaga kesehatan yang berkompeten untuk menjelaskan berbagai aspek mengenai Hantavirus, mulai dari penyebab, gejala, hingga langkah pencegahan. Sosialisasi juga menjadi sarana edukasi bagi Warga Binaan agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan hunian dan kesehatan pribadi selama menjalani masa pembinaan.

Kepala Lapas Tanjung, Tri Joko Wiyono, menjelaskan kesehatan memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang aman dan produktif. Menurutnya, Warga Binaan perlu memperoleh informasi yang benar mengenai berbagai risiko penyakit agar  menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami ingin Warga Binaan tidak hanya memperoleh pembinaan kepribadian dan kemandirian, tetapi juga memiliki pemahaman yang baik tentang kesehatan. Pengetahuan seperti ini penting karena membantu mereka menjaga diri sendiri sekaligus menciptakan lingkungan hunian yang lebih sehat," ujar Tri.

Mewakili Kepala Dinkes Kabupaten Tabalong, dr. Rapolo menyampaikan apresiasi atas komitmen Lapas Tanjung dalam meningkatkan literasi kesehatan Warga Binaan. Ia menilai edukasi kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat, termasuk Warga Binaan, memiliki kemampuan mengenali potensi penyakit dan memahami langkah pencegahannya sejak dini.

"Makin banyak masyarakat yang memahami risiko dan cara pencegahan suatu penyakit, makin besar pula peluang untuk menghindari penularan. Karena itu, edukasi kesehatan harus terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak," jelas dr. Rapolo.

Pada sesi penyampaian materi, Pengelola Program Zoonosis Dinkes Kabupaten Tabalong, Siti Raudah, memaparkan Hantavirus merupakan penyakit yang dapat menular melalui paparan urine, kotoran, maupun air liur tikus yang terinfeksi. Ia juga menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengelola sampah dengan baik, dan mengurangi keberadaan tikus di sekitar tempat tinggal sebagai langkah utama pencegahan.

"Pencegahan Hantavirus tidak memerlukan tindakan yang rumit. Kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan, menyimpan makanan dengan baik, dan mengendalikan populasi tikus sudah menjadi langkah yang sangat efektif untuk mengurangi risiko penularan," terang Siti.

Salah seorang santri Warga Binaan, Asnan, memperoleh banyak wawasan baru dari materi yang disampaikan narasumber. Ia sebelumnya belum memahami bahaya Hantavirus maupun cara penyebarannya.

"Saya baru mengetahui penyakit ini bisa berasal dari tikus dan lingkungan yang kurang bersih. Setelah mengikuti sosialisasi ini, saya jadi lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan kamar hunian dan lingkungan sekitar. Ilmu ini sangat bermanfaat bagi kami," ungkap Asnan.

Pada hari yang sama, Lapas Tanjung bekerja sama dengan Dinkes Kabupaten Tabalong laksanakan asesmen vektor penularan Hantavirus di area Lapas. Tim dari Dinkes Kabupaten Tabalong melakukan pemeriksaan pada sejumlah titik yang berpotensi menjadi habitat hewan pengerat, seperti area dapur, saluran pembuangan, gudang penyimpanan, tempat penampungan sampah, dan lingkungan sekitar blok hunian. Asesmen tersebut bertujuan mengidentifikasi faktor risiko dan memastikan kondisi sanitasi lingkungan tetap terjaga guna mencegah munculnya penyakit zoonosis.

Kepala Subseksi Kesehatan dan Perawatan, Nurdiana, menjelaskan asesmen ini merupakan langkah deteksi dini terhadap potensi ancaman kesehatan di lingkungan Pemasyarakatan. Menurutnya, pengawasan lingkungan secara berkala menjadi salah satu upaya penting untuk menjaga kesehatan Warga Binaan maupun petugas.

"Melalui asesmen, kami dapat mengetahui kondisi lingkungan secara lebih detail dan memperoleh rekomendasi yang tepat untuk langkah pencegahan. Kami ingin memastikan lingkungan Lapas tetap aman, sehat, dan mendukung pelaksanaan pembinaan," ujar Nurdiana.

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Kesehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Tabalong, Herlina, memaparkan Hantavirus merupakan penyakit yang berhubungan erat dengan keberadaan tikus sebagai vektor penularan. Oleh karena itu, identifikasi populasi tikus dan kondisi sanitasi menjadi aspek penting dalam asesmen yang dilaksanakan.

"Kami melakukan pemetaan risiko untuk melihat potensi keberadaan vektor dan faktor lingkungan yang dapat mendukung penyebaran penyakit. Hasil asesmen ini nantinya menjadi dasar dalam menentukan langkah pengendalian yang lebih efektif," jelas Herlina.

Melalui kolaborasi tersebut, Lapas Tanjung dan Dinkes Kabupaten Tabalong memperkuat komitmen dalam menjaga kualitas kesehatan lingkungan Pemasyarakatan. Hasil asesmen akan menjadi bahan evaluasi bersama untuk mendukung langkah-langkah pencegahan yang lebih optimal sehingga tercipta lingkungan hunian yang sehat, aman, dan kondusif bagi seluruh Warga Binaan maupun petugas. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Tanjung

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0