Lapas Tanjung Hadirkan Pembinaan Keagamaan Kristen sebagai Bekal Perubahan Warga Binaan
Tanjung, INFO_PAS – Nilai kasih, pengampunan, dan pengharapan menjadi pesan utama dalam pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan Kristiani di Aula Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung, Kamis (27/8). Pembinaan tersebut menghadirkan Pendeta Chrissel dari Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) dan Murni dari Tim Pelayanan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tabalong.
Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja, Robyanoor, menjelaskan pembinaan kerohanian menjadi salah satu bagian penting dalam pembentukan kepribadian Warga Binaan. Menurutnya, pendekatan keagamaan dapat membantu peserta membangun kesadaran diri sekaligus menumbuhkan sikap positif selama menjalani masa pidana.
"Kami ingin pembinaan tidak hanya menyentuh keterampilan, tetapi juga membentuk sikap dan cara berpikir. Melalui pembinaan rohani, Warga Binaan memiliki ruang untuk memperkuat iman dan belajar menjadi pribadi yang lebih baik," ujar Robyanoor.
Pada kesempatan itu, rangkaian pembinaan diisi dengan penyampaian firman Tuhan dan doa bersama. Warga Binaan mengikuti setiap rangkaian dengan tertib sambil mendapatkan penguatan agar menjalani masa pembinaan dengan keyakinan untuk memperbaiki diri dan membangun kehidupan yang lebih baik.
Pendeta Chrissel mengatakan pembinaan rohani memberikan kesempatan bagi Warga Binaan untuk kembali menata kehidupan melalui nilai-nilai keimanan. Ia mengajak peserta tidak larut dalam masa lalu, tetapi menjadikan proses yang sedang dijalani sebagai kesempatan untuk berubah.
"Jangan melihat masa lalu sebagai akhir dari perjalanan. Gunakan kesempatan ini untuk memperbaiki diri, belajar mengampuni, dan membangun harapan untuk kehidupan yang lebih baik," pesan Chrissel.
Salah seorang Warga Binaan, Ones, mmemperoleh ketenangan sekaligus dorongan untuk menjalani masa pembinaan dengan lebih positif setelah mengikuti ibadah. Ia juga merasa terbantu karena dapat kembali memperkuat kehidupan rohaninya selama berada di Lapas.
"Ibadah seperti ini membuat saya lebih tenang dan kembali diingatkan untuk memperbaiki diri. Saya ingin membawa nilai yang saya dapat di sini ketika nanti kembali ke masyarakat," ungkap Ones.
Melalui pembinaan kerohanian berkelanjutan, Lapas Tanjung terus memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya. Sinergi dengan GPdI dan Kemenag Kabupaten Tabalong diharapkan makin memperkuat pembinaan kepribadian serta mendukung proses perubahan Warga Binaan menuju kehidupan yang lebih baik. (IR)
Kontributor: Lapas Tanjung
What's Your Reaction?


