Lapas Terbuka Kendal Optimalkan Produksi Pakan Ternak Fermentasi dengan Mesin Pengaduk
Kendal, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kendal terus berinovasi dalam mendukung program ketahanan pangan melalui optimalisasi produksi pakan ternak fermentasi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memanfaatkan mesin pengaduk untuk mempercepat proses pencampuran bahan baku sehingga menghasilkan pakan yang lebih efisien, dan berkualitas.
Pembuatan pakan ternak fermentasi dilaksanakan di pabrik pakan Lapas Terbuka Kendal dengan memanfaatkan bahan baku yang mudah diperoleh dan bernilai ekonomis. Dalam satu kali proses produksi digunakan komposisi 100 kilogram dedak bekatul, 25 kilogram pur ayam, 20 kilogram nasi bekas, dan 30 kilogram sayuran bekas. Seluruh bahan kemudian dicampur dengan larutan EM4 dan molase sebagai starter fermentasi.
Bahan baku berupa nasi bekas dan sayuran diperoleh melalui kerja sama pemanfaatan sisa pangan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terdekat. Sebelum dicampurkan, sayuran terlebih dahulu dicacah menggunakan mesin chopper hingga berukuran halus agar proses fermentasi berlangsung lebih optimal. Selanjutnya, seluruh bahan dimasukkan ke dalam mesin pengaduk sehingga proses pencampuran menjadi lebih cepat, merata, dan efisien dibandingkan dengan cara manual.
Setelah seluruh bahan tercampur sempurna, pakan difermentasi selama tiga hingga lima hari sebelum siap digunakan sebagai pakan ternak. Pakan fermentasi tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan ternak di Lapas Terbuka Kendal sekaligus menjadi salah satu bentuk penerapan sistem peternakan terpadu yang memanfaatkan sumber daya secara optimal.
Penanggung Jawab Kegiatan, Ayom Kusumo, menjelaskan penggunaan mesin pengaduk memberikan dampak signifikan terhadap efektivitas proses produksi. "Dengan adanya mesin pengaduk, proses pembuatan pakan menjadi jauh lebih cepat dan hasil pencampurannya lebih merata. Pemanfaatan nasi dan sayuran bekas dari SPPG juga menjadi bentuk pengelolaan sumber daya yang lebih efektif karena diolah kembali menjadi pakan ternak berkualitas melalui proses fermentasi," jelasnya, Rabu (29/7).
Sementara itu, Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu'man Fauzi, mengatakan inovasi tersebut merupakan pengembangan program ketahanan pangan yang mengedepankan efisiensi, keberlanjutan, dan pembinaan kemandirian Warga Binaan. "Kami terus mendorong berbagai inovasi agar seluruh program pembinaan di Lapas Terbuka Kendal memberikan manfaat nyata. Optimalisasi pembuatan pakan ternak fermentasi dengan dukungan mesin pengaduk tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga mengajarkan kepada Warga Binaan bagaimana mengolah bahan-bahan yang tersedia menjadi produk yang bernilai guna. Inilah wujud pembinaan produktif dan berkelanjutan, selaras dengan upaya mendukung program ketahanan pangan nasional," ungkapnya.
Melalui inovasi ini, Lapas Terbuka Kendal terus memperkuat sistem pertanian dan peternakan terpadu sebagai program pembinaan kemandirian. Selain menghasilkan pakan ternak berkualitas untuk memenuhi kebutuhan internal, kegiatan tersebut juga membekali Warga Binaan dengan keterampilan praktis yang dapat menjadi modal usaha dan bekal hidup setelah kembali ke tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Terbuka Kendal
What's Your Reaction?


