Lapas Terbuka Kendal Siapkan Lahan 2.700 Meter Persegi untuk Budidaya Terung Ungu
Kendal, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kendal terus kembangkan program pembinaan kemandirian berbasis pertanian produktif. Salah satu langkah yang saat ini dilakukan adalah menyiapkan lahan seluas 2.700 m² untuk budidaya terung ungu sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan keterampilan Warga Binaan.
Pada Jumat (19/6), proses persiapan lahan dilakukan secara bertahap dan terencana. Tahap awal dimulai dengan pengolahan tanah menggunakan traktor guna menggemburkan tanah dan memperbaiki struktur lahan agar siap ditanami. Setelah itu, lahan dibentuk menjadi bedengan dengan lebar 90 cm untuk memudahkan perawatan tanaman dan menjaga drainase tetap optimal.
Selanjutnya, bedengan yang telah terbentuk dilubangi secara lurus. Pada setiap lubang ditaburkan kapur dolomit yang berfungsi menetralkan tingkat keasaman tanah, meningkatkan ketersediaan unsur hara, serta membantu menciptakan kondisi tumbuh yang ideal bagi tanaman terung.
Sebagai sumber nutrisi awal, petugas dan Warga Binaan memberikan pupuk dasar berupa Fertiphos yang dicampur dengan pupuk kompos matang dengan perbandingan 1:3. Campuran tersebut dimasukkan ke lubang tanam, kemudian ditutup kembali menggunakan tanah agar unsur hara dapat tersimpan dengan baik di sekitar area perakaran. Setelah proses pemupukan selesai, lahan disiram untuk menjaga kelembapan tanah dan membantu proses pelarutan unsur hara.
Tahapan berikutnya adalah pemasangan mulsa plastik pada seluruh bedengan. Penggunaan mulsa bertujuan menjaga kelembapan tanah, menekan pertumbuhan gulma, serta membantu menjaga kestabilan suhu di sekitar akar tanaman.
Sebelum dilakukan penanaman, lahan akan didiamkan selama kurang lebih tiga hingga lima hari. Masa inkubasi ini penting agar pupuk dasar dapat terurai dan berkembang secara optimal sebagai cadangan nutrisi yang siap diserap oleh akar tanaman ketika bibit terung ungu ditanam.
Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Kusmawan, menjelaskan pemilihan komoditas terung ungu dilakukan karena memiliki nilai ekonomi yang baik, perawatan yang relatif mudah, dan menjadi media pembelajaran efektif bagi Warga Binaan. “Budidaya terung ungu ini tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk pertanian bernilai jual, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi Warga Binaan dalam memahami seluruh tahapan budidaya, mulai dari persiapan lahan, pemupukan, hingga perawatan tanaman. Harapannya, keterampilan yang diperoleh menjadi bekal bermanfaat ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi, menyampaikan kegiatan ini merupakan komitmen dalam mengoptimalkan lahan produktif sebagai sarana pembinaan Warga Binaan “Setiap tahapan budidaya, mulai dari pengolahan lahan hingga pemeliharaan tanaman, menjadi sarana pembelajaran bagi Warga Binaan untuk memahami praktik pertanian yang baik dan benar sehingga menghasilkan produk pertanian yang berkualitas,” ungkapnya.
Dengan persiapan matang dan penerapan teknik budidaya tepat, Lapas Terbuka Kendal berharap budidaya terung ungu di lahan seluas 2.700 m² tersebut menghasilkan panen optimal serta menjadi salah satu program unggulan dalam mendukung ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian Warga Binaan. (IR)
Kontributor: Lapas Terbuka Kendal
What's Your Reaction?


