Lapas Wahai dan KUA Seram Utara Bersinergi lewat Tausiah Perdana Wujudkan Pembinaan Keagamaan Berkelanjutan
Wahai, INFO_PAS – Sebagai implementasi Perjanjian Kerja Sama lintas instansi, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai bersama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Seram Utara resmi gulirkan program pembinaan kepribadian kerohanian. Langkah awal kolaborasi ini ditandai dengan tausiah perdana bagi Warga Binaan Muslim di Masjid At-Taubah Lapas Wahai, Jumat (30/10).
Kepala Subseksi Pembinaan sekaligus Ketua Majelis Taklim At-Taubah Lapas Wahai, La Joi, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama strategis dengan KUA Kecamatan Seram Utara yang kini mulai direalisasikan melalui program tausiah rutin. “Kami berharap pembinaan keagamaan di Lapas Wahai berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. Kami ingin Warga Binaan tidak hanya mendapatkan pembinaan selama menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh bekal keimanan, ketakwaan, dan akhlak yang baik sebagai modal untuk memperbaiki diri ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan tausiah agama oleh Kepala KUA Muhammad Basirodin, yang merefleksikan komitmen bersama dalam mendukung pemulihan jiwa Warga Binaan melalui pendekatan spiritual. Ia menekankan agar agenda pembinaan kerohanian ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial belaka, melainkan mampu menanamkan makna mendalam bagi para peserta.
“Kami berharap Warga Binaan mengambil hikmah dan pelajaran yang disampaikan, kemudian menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jadikan masa pembinaan ini sebagai kesempatan untuk introspeksi, memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik ke depannya,” pesan Basirodin.
Di tempat berbeda, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan pembinaan kerohanian adalah fondasi utama dalam proses reintegrasi sosial Warga Binaan. “Pembinaan keagamaan adalah jembatan moral bagi Warga Binaan untuk melakukan refleksi diri dan menemukan kembali arah hidup yang benar. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan KUA Kecamatan Seram Utara agar nilai-nilai keimanan ini tertanam kuat sehingga kelak Warga Binaan kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang jauh lebih baik, bermanfaat, dan berintegritas,” tegasnya.
Pelaksanaan kegiatan ini menjadi pilar penting bagi Lapas Wahai dalam menyeimbangkan porsi pembinaan di mana aspek keterampilan dan kemandirian berjalan selaras dengan pembangunan karakter, moral, dan spiritual Warga Binaan. Sinergi erat antara Lapas Wahai dan KUA Kecamatan Seram Utara menjadi mencerminkan keberhasilan kolaborasi lintas sektor, khususnya antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan Kementerian Agama, dalam mencetak sumber daya manusia yang berkarakter, berakhlak, dan berintegritas. (IR)
Kontributor: Lapas Wahai
What's Your Reaction?


