Lapas Wahai Peduli Kesehatan Keluarga Warga Binaan lewat Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Lapas Wahai Peduli Kesehatan Keluarga Warga Binaan lewat Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Wahai, INFO_PAS – Suasana ruang kunjungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai pada Kamis (9/7) terasa berbeda. Tak hanya menjadi tempat melepas rindu antara Warga Binaan dan keluarga, Lapas Wahai jadikan momen ini menjadi ruang kepedulian nyata melalui pemeriksaan kesehatan gratis bagi para pengunjung.

Langkah ini bukan sekadar formalitas. Petugas kesehatan Lapas Wahai, Fajar Pradhana, dengan tegas menyatakan bahwa kesehatan adalah hak fundamental yang harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk keluarga Warga Binaan.

​"Kami berkomitmen memastikan setiap pengunjung yang datang dalam kondisi sehat. Ini bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan kewajiban kami untuk memberikan pelayanan publik yang aman, nyaman, dan memanusiakan manusia," tutur Fajar.

Inisiatif tegas, namun humanis ini disambut hangat oleh masyarakat. Ani Hallatu, salah satu anggota keluarga Warga Binaan, mengekspresikan rasa leganya.

"Sangat terbantu. Sambil menunggu antrean berkunjung, saya bisa langsung memeriksakan kesehatan. Layanan ini memangkas jarak dan waktu kami yang harusnya ke Puskesmas," ungkap Ani.

Menanggapi dampak positif tersebut, Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi, menekankan paradigma Pemasyarakatan kini telah berubah. Lapas tidak lagi membatasi diri hanya pada pembinaan di dalam tembok penjara. "Tugas kami adalah membangun jembatan kemanusiaan. Memberikan manfaat nyata bagi keluarga yang datang menjenguk adalah bagian tak terpisahkan dari keberhasilan pembinaan itu sendiri," terangnya.

Senada, Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, Usman Bakri, menegaskan aksi nyata ini adalah bukti konkret bahwa Lapas Wahai terus bergerak maju dalam mereformasi birokrasi dan pelayanan prima. "Kami ingin meruntuhkan stigma negatif tentang Lapas. Tempat ini harus menjadi sumber dampak positif dan membawa kemaslahatan bagi siapa saja yang melangkah masuk ke sini," jelasnya.

Ketegasan Lapas Wahai dalam berinovasi mendapat apresiasi penuh dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Ia menegaskan aspek kesehatan di lingkungan Pemasyarakatan adalah prioritas yang tidak boleh diabaikan.

​"Ini adalah contoh nyata bagaimana negara hadir di tengah masyarakat melalui institusi pemasyarakatan. Saya mendukung penuh  jajaran Lapas Wahai yang berupaya meningkatkan standar kualitas pelayanan publik," pungkas Ricky.

​Melalui sinergi ini, Lapas Wahai tidak hanya berhasil merajut kembali hubungan emosional yang hangat antara Warga Binaan dan keluarganya, tetapi juga menegakkan standar baru dalam pelayanan publik yang transparan, peduli, dan bertanggung jawab. (IR)

 

 

​Kontributor: Lapas Wahai

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0