Rutan Ambon Produktif dan Kreatif melalui Hortikultura Hidroponik dan Daur Ulang Limbah Kelapa

Rutan Ambon Produktif dan Kreatif melalui Hortikultura Hidroponik dan Daur Ulang Limbah Kelapa

Ambon, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon terus tingkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui berbagai program produktif dan inovatif. Salah satu pembinaan tersebut diwujudkan melalui budidaya tanaman selada dengan sistem hidroponik serta pemanfaatan limbah kelapa menjadi berbagai karya kreatif yang bernilai guna dan bernilai ekonomis.

Program pembinaan ini bertujuan membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, Warga Binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan dan kemampuan teknis, tetapi juga dibentuk karakter disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan jiwa kewirausahaan.

Pada budidaya selada hidroponik, Warga Binaan dilibatkan secara langsung mulai dari proses penyemaian benih, perawatan tanaman, hingga masa panen. Sistem hidroponik dipilih karena dinilai lebih efisien dalam penggunaan lahan dan air, serta menghasilkan tanaman yang sehat dan berkualitas. Hasil panen selada nantinya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan maupun dikembangkan sebagai produk yang memiliki nilai jual.

Pemanfaatan limbah kelapa menjadi berbagai hasil kerajinan tangan yang kreatif. Tempurung, sabut, maupun bagian lain dari kelapa diolah menjadi produk yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai ekonomi. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya menumbuhkan kreativitas Warga Binaan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pemanfaatan limbah menjadi barang yang lebih bermanfaat.

Petugas pembinaan Rano, menjelaskan program tersebut dirancang agar Warga Binaan mengembangkan potensi diri melalui kegiatan bermanfaat dan sesuai potensi daerah. "Budidaya hidroponik dan pengolahan limbah kelapa merupakan keterampilan yang relatif mudah dipelajari dan memiliki prospek ekonomi yang baik. Kami berharap keterampilan ini menjadi bekal yang berguna bagi Warga Binaan setelah bebas nanti," harapnya, Kamis (9/7).

Salah seorang Warga Binaan, Clifort, memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti kegiatan pembinaan tersebut. Menurutnya, program ini memberikan kesempatan untuk belajar sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dalam berkarya.

"Saya belajar cara menanam selada dengan sistem hidroponik mulai dari penyemaian hingga panen. Selain itu, saya juga belajar mengolah limbah kelapa menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan keterampilan yang bisa saya gunakan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat," ungkap Clifort.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Rutan Ambon menyampaikan seluruh program berjalan secara optimal, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan. dalam meningkatkan kualitas pembinaan yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan kemandirian. "Pembinaan kemandirian tidak hanya berfokus pada pemberian keterampilan, tetapi juga membangun pola pikir yang produktif dan kreatif. Melalui budidaya selada hidroponik dan pemanfaatan limbah kelapa menjadi karya bernilai ekonomis, kami berharap Warga Binaan memiliki bekal yang dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang usaha dan menjalani kehidupan yang lebih mandiri ketika kembali ke tengah masyarakat," ujarnya,

Melalui pembinaan kemandirian ini, Rutan Ambon terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan Warga Binaan yang produktif, kreatif, dan siap berkontribusi positif di tengah masyarakat. Pembinaan berbasis budidaya selada hidroponik dan pemanfaatan limbah kelapa diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pembinaan humanis, berkualitas, dan mendukung proses reintegrasi sosial Warga Binaan. (IR)

 

 

Kontributor: Rutan Ambon

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0